PA 212 Minta MUI Pusat Dorong Gerakan Umat Kepung Kedubes India

Slamet Maarif.

Inisiatifnews.com – Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Ustadz Slamet Maarif kesal mendengar cerita Wakil Ketua MUI Pusat Muhyiddin Junaidi bahwa Dubes India tengah mempermainkan Majelis Ulama Indonesia.

Menurutnya, sikap kedubes India yang ingkar janji menggelar pertemuan dengan pimpinan MUI Pusat sama seja telah mencoreng muka MUI sebagai lembaga wadah para ulama di Indonesia itu.

Bacaan Lainnya

“Kalau kemarin kami yang diabaikan masih wajar. Tapi, kalau MUI yang diabaikan itu namanya kurang ajar. Ini penistaan terhadap MUI, sehingga hari ini MUI musti punya sikap tegas karena Dubes India tidak menghargai Ulama dan juga MUI,” kata Slamet dalam pertemuan dengan MUI Pusat dan ormas Islam lainnya, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2020).

Slamet yang juga eks juru bicara DPP FPI itu meminta agar MUI Pusat menjadi promotor untuk melakukan gerakan boikot produk-produk India di Indonesia.

“Boikot saja produk India sebagai sikap protes kita terhadap apa yang dilakukan India,” ujarnya.

Lebih jauh, Slamet juga menyarankan agar MUI Pusat mengendorse gerakan kepung Kedubes India kepada umat Islam di Indonesia.

“MUI kalau bisa keluarkan ajakan kepada seluruh umat Islam untuk turun bareng untuk kepung dubes India,” tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhyiddin Junaidi mengaku kecewa dengan kedutaan besar India karena melalukan pembatalan sepihak rencana pertemuan bersama Kemenlu.

“Kami sangat kecewa, kami juga merasa diadu domba oleh dubes India karena beliau sendiri yang minta lalu dia mengontak Kemenlu, dan Kemenlu kontak kami. Seakan-akan, Menlu tidak merestui pertemuan ini,” kata Muhyiddin.

Rencananya hari ini Majelis Ulama Indonesia Pusat menerima silaturrahmi pemerintah India yang menjadi perwakilan di Indonesia. Bahkan permintaan untuk bertemu dilayangkan langsung oleh kedubes India bersama instansi dan lembaga terkait di Indonesia.

Sayangnya, di hari pelaksanaan justru MUI mendapatkan kabar dari Kementerian Luar Negeri bahwa Kedubes India bersedianya hanya bertemu di Kemenlu, bukan di Kantor MUI Pusat.

“Kata Kemenlu, dubes India kurang nyaman menghadiri pertemuan di MUI dan minta diadakan di Kemenlu,” jelasnya.

“Kita sekarang merubah pertemuan MUI hanya dengan ormas Islam di Indonesia saja,” imbuh Muhyiddin.

Temukan kami di Google News.