Gus Irfan: Integritas dan Pelayanan Jemaah Fondasi Utama Kemenhaj

Menteri Haji dan Umrah RI KH. Mochamad Irfan Yusuf. Foto: Instagram Irfan Yusuf Hasyim

Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia KH. Mochamad Irfan Yusuf menegaskan, tak ada ruang bagi korupsi, pelanggaran, dan tindakan yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah RI.

Hal ini diungkap Gus Irfan di depa 261 pegawai negeri sipil hasil mutasi ke Kemenhaj dalam kegiatan Entry Program di Bogor, Jawa Barat, Senin (20/7/2026).

Bacaan Lainnya

“Kita tidak main-main. Kita mendapatkan amanah untuk mengelola penyelenggaraan haji, terlebih ini menyangkut pelayanan kepada masyarakat dan pelaksanaan ibadah,” ingat Gus Irfan.

Gus Irfan menegaskan, peningkatan kualitas pelayanan jemaah merupakan amanat Presiden Prabowo Subianto sejak awal pembentukan Badan Penyelenggara Haji.

“Pesan Presiden sejak awal adalah memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia. Pesan itu harus menjadi dasar dalam setiap pekerjaan kita,” katanya.

Menurutnya, bergabungnya 261 pegawai akan memperkuat organisasi sekaligus mendukung percepatan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M. Pengembangan karier pegawai akan dilakukan berdasarkan kapasitas dan kinerja.

“Jenjang karier di sini disesuaikan dengan kapasitas dan kinerja. Karena kementerian ini terus berkembang, peluang karier semakin terbuka. Kesempatan menjadi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji juga cukup luas,” tuturnya.

Gus Irfan menjelaskan, pegawai yang bergabung telah melalui proses pemeriksaan dan seleksi berlapis untuk memastikan rekam jejak serta integritasnya.

“Sebelum bergabung, kami melakukan pemeriksaan secara serius, termasuk berkoordinasi dengan kejaksaan dan KPK. Setelah dinyatakan aman, baru kami terima di Kementerian Haji dan Umrah,” yakinnya.

Diingatkan, Kemenhaj mendapat perhatian khusus dari Presiden untuk menjaga tata kelola yang bersih serta menjauhi korupsi dan berbagai bentuk pelanggaran.

“Tim kita sudah diseleksi berlapis. Fondasi integritas ini harus terus dijaga karena kalau sejak awal tidak memiliki integritas, akan sulit memperbaikinya,” tegasnya.

Sebagai kementerian baru, Kemenhaj diarahkan untuk membangun budaya kerja yang disiplin, tepat waktu, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan jemaah. Integritas harus menjadi dasar dalam setiap keputusan, sikap, dan tindakan. Kompetensi membuat seseorang diterima, tetapi integritas membuat seseorang dipercaya.

“Saya berharap kita membangun budaya kerja kolaboratif yang berfokus pada pelayanan jemaah,” katanya.

Ia juga meminta para peserta segera beradaptasi karena persiapan penyelenggaraan haji 2027 telah berjalan.

Gus Irfan pun berpesan agar seluruh pegawai menjaga nama baik Kemenhaj, baik dalam menjalankan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan ada cerita negatif berupa pelanggaran atau perbuatan yang dikaitkan dengan Kementerian Haji dan Umrah, meskipun dilakukan di luar kantor,” pesannya. RLS

Temukan kami di Google News.