Ust Das’ad Latif Sebut Mahfud MD Sosok Langka, Sudah di Trias Politica tapi Selamat Tanpa Fitnah Dunia

Penceramah, Ustaz Das'ad Latif, saat menjadi tamu dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (18/07/2026). Foto: Wahyu Suryana
Penceramah, Ustaz Das'ad Latif, saat menjadi tamu dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (18/07/2026). Foto: Wahyu Suryana

Penceramah kondang asal Sulawesi Selatan, Ustaz Das’ad Latif, mengaku risih disebut sebagai salah seorang sahabat oleh sosok seperti Mahfud MD. Ia menilai, hubungannya dengan pakar hukum tata negara itu jauh lebih tepat disebut sebagai guru dan murid.

Pasalnya, ia menyampaikan, sejak dirinya masih tinggal di kampung Mahfud MD sudah sering dilihatnya di televisi, menyampaikan ide-ide dan pikirannya. Karenanya, Das’ad merasa bersyukur bisa dipertemukan dengan Mahfud tas kesamaan ide-ide itu.

“Saya bisa sampai di sini karena ilmu, saya bisa duduk di sini senang sekali, janji Allah, derajat dengan ilmu, dan derajat kemuliaan itu salah satu di antaranya saya bisa jumpa dengan Prof. Mahfud, alhamdulillah,” kata Das’ad kepada terusterang.id dan juga ditayangkan dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (18/07/2026).

Das’ad turut mengungkapkan kekaguman melihat sosok Mahfud yang tidak cuma bisa berdakwah dan berceramah karena latar belakang sebagai santri pondok pesantren. Tapi, Mahfud merupakan salah satu orang yang sudah menduduki trias politica.

Mahfud pernah mendapat amanah di legislatif (DPR), eksekutif (Menhan-Menkopohukam), bahkan yudikatif (MK). Bagi Das’ad, itu semua memang hebat, tapi jauh lebih hebat lagi karena Mahfud masih bisa berdakwah dan bisa selamat dari godaan-godaan setan.

“Jadi, Prof Mahfud ini saya katakan sangat sedikit di Indonesia, kalau saya dapat Mahkamah Konstitusi belum tentu bisa selamat, Prof Mahfud sudah melewati semua dan alhamdulillah tidak ada fitnah dunia menuntut beliau, alhamdulillah. Makanya saya katakan tadi, keberkahan, naik derajat saya bisa masuk di sini,” ujar Das’ad.

Pada kesempatan itu, Das’ad turut menolak ketika diminta memberikan pesan kepada Mahfud MD. Justru, ia lebih ingin berpesan kepada santri-santri yang masih belajar di pondok pesantren agar tidak minder, tetap percaya diri seperti sosok Mahfud MD.

Ia mengingatkan, Republik Indonesia sudah berulang kali diselamatkan oleh seorang santri. Karenanya, Das’ad mengajak santri-santri tetap berani bermimpi, jadi santri seperti seorang Mahfud MD yang sampai hari ini masih terbilang langka di Indonesia.

“Jadilah santri seperti Mahfud MD, diterima, seperti awal tadi, hitung jari seperti beliau. Dari pondok tapi alhamdulillah tiga lembaga pernah ditempati, alhamdulillah tidak menimbulkan aib. Ada orang sukses di lembaganya tapi berakhir dengan aib, ini alhamdulillah tentu jadi semangat buat adik-adik santri untuk belajar yang baik,” kata Das’ad.

Das’ad menambahkan, santri-santri yang sudah menemput banyak pelajaran jangan hanya berakhir di pondok pesantren. Tapi, ia mengajak mereka untuk sama-sama menebarkan ilmunya dan mencintai negeri ini sesuai dengan porsi dan kemampuan masing-masing.

Ia menjadikan dirinya sebagai salah satu contoh kecil anak bangsa yang mencintai Republik Indonesia dari mimbar ke mimar. Karenanya, Das’ad berharap, ketika dia mengkritik pemerintah jangan malah dianggap sebagai sentimen apalagi musuh negara.

“Tapi, inilah bagian daripada wujud saya mencintai Republik Indonesia, karena di sini saya lahir, di sini saya mencari nafkah, di sini saya berkeluarga, dan di sini saya ingat saya merindukan akan dimakamkan di Tanah Air Indonesia. Mudah-mudahan Indonesia semakin berjaya, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujar Das’ad. (WS05)

Temukan kami di Google News.