Ditanya Denny Sumargo Kenapa Tidak Berubah? Ini Jawaban Sederhana Mahfud MD

(tangkapan layar) Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, saat menjadi tamu di YouTube Curhat Bang Denny Sumargo, Rabu (22/07/2026). Foto: Wahyu Suryana
(tangkapan layar) Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, saat menjadi tamu di YouTube Curhat Bang Denny Sumargo, Rabu (22/07/2026). Foto: Wahyu Suryana

Podcaster, Denny Sumargo, mempertanyakan masih adakah orang-orang baik yang bisa masuk ke posisi-posisi penting dalam rangka memperbaiki Indonesia. Itu ditanyakan kepada pakar hukum tata negara, Mahfud MD, ketika menjadi tamu di podcast-nya.

Mahfud berpendapat, orang-orang baik masih sangat banyak di Indonesia. Ia merasa, hanya perlu dibuatkan sebuah sistem yang membuat orang-orang baik itu tidak hanya mengemuka, tapi mampu mengisi posisi-posisi yang berpengaruh dalam kenegaraan.

“Orang baik itu banyak, kita tinggal bikin sistemnya. Sekarang aktivis yang di luar yang saya kenal baik banyak sekali, anak-anak muda seperi Uceng, Feri Amsari, di MK itu ada Saldi dan di berbagai tempat banyak, mereka ini diberi posisi penentu saja kalau ingin negara ini baik,” kata Mahfud saat menjadi tamu di YouTube Curhat Bang Denny Sumargo, Rabu (22/07/2026).

Menanggapi itu, Denny menyampaikan harapan agar aktivis yang disebutkan itu tidak berubah ketika suatu hari menduduki posisi penting. Namun, Denny mengaku penasaran kepada Mahfud MD yang dilihatnya tidak berubah, di luar maupun di dalam pemerintah.

“Pertanyaannya, kenapa Bapak tidak berubah, Bapak tetap stick di jalur?” ujar Denny.

Mendapat pertanyaan yang cukup personal, Mahfud memberikan jawaban yang tidak disangka. Ternyata, Mahfud mengungkapkan, kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang membuatnya, bahkan mengharuskannya bersyukur.

“Ya karena saya sudah bersyukur yang saya dapat dan saya berterima kasih kepada Indonesia ini, sehingga saya harus menjaga Indonesia, itu saja,” kata Mahfud.

Mendengar jawaban Mahfud, Denny menyampaikan kekaguman terhadap nilai-nilai yang disebutnya mulia dan diimplementasikan Mahfud. Ia berharap, nilai-nilai itu dapat memberikan sudut pandang lain yang dapat membangun Indonesia menjadi lebih baik.

“Ini nilai yang sangat mulia ini, diskusi seperti ini membuat POV lain. Semoga POV itu dilihat, kemudian dijadikan evaluasi. Bukan tujuannya untuk menyerang, tapi untuk membangun kembali karena kan kita berdemokrasi,” ujar Denny.

Pada kesempatan itu, Denny turut membacakan pertanyaan serupa yang dititipkan foodvloger, Nex Carlos. Nex bertanya, bisakah orang-orang jujur menduduki posisi-posisi penting di negeri ini tanpa perlu mengikuti atau memasuki partai politik.

Mahfud menegaskan, itu bisa dan sudah banyak terjadi sebenarnya karena Indonesia mengenal sistem trias politica. Artinya, selain legislatif dan yudikatif, ada pula eksekutif yang sebenarnya cukup banyak diisi orang-orang dari luar partai politik.

Meski begitu, Mahfud memahami situasi ahri ini membuat mereka sulit menduduki posisi penting. Namun, ia mengingatkan, sejarah mencatat selalu ada orang-orang hebat menjadi pimpinan-pimpinan institusi tinggi dan benar-benar berkontribusi.

“Kita punya nama Hoegeng, punya nama Jaksa Agung Suprapto, kan hebat-hebat tuh, Hakim Agung Asikin Kusumaatmadja, Artijo, Bismar Siregar, dulu bagus-bagus, bisa membuat Putusan-putusan yang kondusif bagi pembangunan hukum,” kata Mahfud. (WS05)

Temukan kami di Google News.