Mampukah Suahasil Nazara Kembalikan Kredibilitas Fiskal atau Jadi The Next Yes Man?

Ekonom, Halim Alamsyah, dalam program B.E.P di kanal YouTube Terus Terang Media, Selasa (15/09/2026). Foto: Wahyu Suryana
Ekonom, Halim Alamsyah, dalam program B.E.P di kanal YouTube Terus Terang Media, Selasa (15/09/2026). Foto: Wahyu Suryana

Presiden Prabowo resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ekonom, Halim Alamsyah menilai, pilihan kepada Sauhasil tidak mengagetkan karena sikap-sikap Presiden Prabowo semakin realistis.

Bahkan, ia merasa, Prabowo sudah menyadari tidak bisa semua keinginannya tercapai dalam waktu yang cepat dan tanpa biaya, sehingga ingin kembali ke arus utama. Hal itu sudah ditunjukkan dengan naiknya Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).

“Pak Suahasil, juga seorang ekonom, mainstream. Presiden saya rasa tidak mungkin dia memilih orang secara random, pasti dia sudah berpikir. Menurut saya, ini tanda-tanda positif Presiden akhirnya bisa menurunkan sedikit keinginannya itu, walaupun saya yakin di kemudian hari dia masih tetap ingin mencapai 8% dan juga tetap ingin menjalankan berbagai program strategisnya itu. Tapi, sekarang dia lebih realistis. Jadi, pilihan ke Prof Suahasil saya pikir bukan mengagetkan, dan saya kira cukup baik meningkatkan kembali kredibilitas fiskal,” kata Halim kepada terusterang.id dan ditayangkan dalam B.E.P di YouTube Terus Terang Media, Selasa (15/09/2026).

Halim melihat, arahan-arahan yang disampaikan Presiden Prabowo kepada Menkeu baru tampak satu frekuensi apa yang disampaikan Gubernur BI baru. Yaitu, mengedepankan stabilitas dan kredibilitas dalam kebijakan-kebijakan menjaga pertumbuhan ekonomi.

Ia merasa, baik Menkeu baru maupun Gubernur BI baru akan berbelanja masalah dalam kerangka Komite Stabilitas KSSK. Kemudian, mempertimbangkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas sistem keuangan secara kesuluruhan yang saat ini relatif tenang.

“Ekonomi kita sebetulnya kalau kita ada kesempatan lagi nanti, menurut penilaian saya, kita sudah berada dalam istilahnya itu inflection point kalau dalam bahasa ekonomi itu. Kita berada dalam suatu tahap di mana di suatu titik dia bisa turun ke bawah, bisa naik ke atas, kita berada di titik kritis istilahnya. Kalau ini tidak dikelola dengan baik, dia akan ke bawah. Tapi, kalau bisa dikelola dengan baik, dia akan mulai naik ke atas. Nah, ini dugaan saya ya, saya analisis lagi, keputusan Presiden mengganti Menkeu ini adalah berita baik yang bisa mendorong kredibilitas,” ujar Halim.

Ia menekankan, baik investor maupun pasar sudah pasti menanti konsistensi Presiden Prabowo dan menteri-menteri terkait mengembalikan kondisi ekonomi Indonesia. Semua turut menunggu apakah bantalan-bantalan kredibilitas yang dipasang cukup tebal.

Dalam jangka pendek, Halim menilai, Menkeu Suahasil pasti melanjutkan kerja-kerja yang sudah dilakukan demi mengendalikan defisit. Termasuk, mungkin rasionalisasi dengan mempertajam program-program prioritas pemerintah seperti MBG dan KDKMP.

“Saya ingin sampaikan, Prof Suahasil ini adalah regional economics, ahli dalam bidang itu dan dia akan pasti memperhatikan masalah-masalah yang relatif bermasalah, hubungan antara pusat dan daerah. Saya rasa, dia akan memberikan perhatian di situ. BI juga pasti akan mendukung karena selama ini, beberapa minggu setelah pelantikan Gubernur baru relatif agak tenang. Jadi, BI pasti akan melakukan langkah-langkah stabilisasi paling utama, kalau nanti situasinya sudah lebih baik saya pikir fiskal akan punya kesempatan untuk mendorong ekonomi lebih efisien, lebih efektif,” kata Halim.

Halim berharap, Menkeu baru segera melakukan pertemuan dengan Gubernur BI baru, lalu melakukan reformulasi langkah-langkah dalam kerangka KSSK. Apalagi, ia merasa, Presiden Prabowo bukan sosok yang sama sekali tidak mau menerima masukan mereka.

Halim turut mengingatkan harapan publik, baik kepada Menkeu baru maupun Gubernur BI baru, agar tidak terjebak dalam posisi ‘yes man’ saja demi mengamankan posisinya. Ia berharap, Suahasil bisa segera mengembalikan kredibilitas fiskal di Indonesia.

“Ini yang paling kita harapkan bisa, saya percaya ya mungkin dalam konteks apakah Gubernur BI atau Menteri Keuangan, kan dalam konteks ini kan Menteri Keuangan punya peran yang strategis di Indonesia. Kalau melihat track record-nya Prof Suahasil, saya kenal juga karakter beliau, orangnya juga cukup bisa lah berkomunikasi dengan baik. Saya rasa tidak ada yang tidak mungkin, bahwa dia akan tetap bisa menjaga kredibilitas fiskalnya, termasuk juga menjelaskan dengan baik ke Presiden. Kalau menurut saya, ini salah satu yang membedakan nanti antara Suahasil dan Purbaya,” ujar Halim. (WS05)

Temukan kami di Google News.