29 Persen Rumah di Madura Tak Layak Huni, Said Abdullah Salurkan Dana Reses Bantu Renovasi

Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur (Jatim) XI Said Abdullah menyalurkan dana reses membantu renovasi rumah tidak layak huni milik warga di Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Madura, Jatim.

Program ini ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk meningkatkan kualitas hunian. Bantuan biaya perbaikan rumah kami peruntukkan kepada warga desa dari 19 dusun di lima desa.

Bacaan Lainnya

Di antanya, Dusun Onggan Padike, Jate Laok, Tanjung Alang, Jate Daya, Lembana, Galise Daya, Galise Laok, Sakola’an, Masjid, Baru, Gedungan, Guntong, Pesisir, Jeruk Porot, Sarotak, Ellong, Andun, Jamaleng, dan Sarotak.

“Program renovasi rumah dari uang reses DPR saya salurkan kepada lima desa di Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep. Ini sekaligus sebagai bentuk pelaporan saya kepada publik sekaligus bentuk pertanggungjawaban publik sebagai anggota DPR,” ujar Said dalam keterangannya, Rabu (22/7/2026).

Kata Said, pangan, sandang, dan papan (rumah) merupakan kebutuhan dasar dan menjadi indikator dasar. Dia menegaskan negara memiliki tanggung jawab untuk menyejahterakan rakyatnya, agar rakyatnya bisa memenuhi kebutuhan dasarnya secara layak.

Salah satu kebutuhan penting itu, sambungnya, adalah rumah sebagai tempat tinggal, tempat setiap keluarga menorehkan sejarah dan mengukir harapan.

“Sayangnya, tidak semua rumah tangga bisa mendambakan, sementara yang sudah memiliki rumah sebagiannya harus menerima keadaan rumahnya tidak layak huni. Semuanya terjadi karena keterbatasan ekonomi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Said menyampaikan, secara nasional backlog perumahan nasional masih sangat tinggi, mencapai 15 juta unit. Hal itu menggambarkan rakyat masih membutuhkan rumah untuk tempat tinggal masih sangat tinggi, sementara ketersediaannya rendah.

Sementara rakyat yang sudah memiliki rumah namun dikategorikan tidak layak huni jumlahnya juga lebih tinggi. Data rumah tak layak huni secara nasional mencapai 43,3 juta rumah tangga. Di Madura, merujuk data BPS rumah layak huni hanya mencapai 71 persen. Artinya ada 29 persen rumah warga Madura tidak layak huni.

“Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Timur yang rata rata rumah layak huni mencapai 80 persen,” katanya.

Karena kondisi inilah, Said mengalokasikan dana reses pada periode ini untuk membantu renovasi rumah warga di Kabupaten Sumenep. Secara simbolis, bantuan tersebut diserahkan pada Rabu (22/7/2026) kepada warga di Pulau Talango.

“Atas dasar itulah, sebagai bagian dari penyelenggara negara, dan diberikan amanah oleh rakyat di Madura menjalankan tugas kedewanan, sudah sepatutnya untuk ikut terlibat dalam agenda agenda memberdayakan warga memperbaiki rumahnya agar lebih layak. Oleh sebab itu, pada reses periode ini, saya menyalurkan sepenuhnya uang reses untuk membantu warga di Sumenep memperbaiki rumah mereka,” ugkapnya.

Said menjelaskan, bantuan diberikan kepada warga yang mayoritas masuk kelompok desil 1 hingga 3 atau kategori sangat miskin, miskin, dan hampir miskin. Sebelum bantuan disalurkan, tim lapangan melakukan verifikasi terhadap kondisi rumah dan kelayakan penerima.

“Selain itu, tim lapangan kami juga melakukan verifikasi fisik, atas kelayakan yang bersangkutan menerima bantuan perbaikan rumah. Setelah menerima bantuan tunai untuk perbaikan rumah, kami juga menerjunkan tim untuk melakukan monitoring dalam melihat warga memperbaiki rumahnya,” ungkap Said. RLS

Temukan kami di Google News.