PA212 : Rekonsiliasi Prabowo Jokowi Melukai Kita

Prabowo Jokowi
Prabowo Subianto dan Joko Widodo saat naik MRT bareng. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews – Ketua bidang Humas Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Habib Novel Bamukmin menilai bahwa sampai kapanpun pihaknya tidak akan mengakui adanya rekonsiliasi antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo.

Menurut Novel, rekonsiliasi yang dipahaminya adalah islah. Sementara ia menilai bahwa islah antara Prabowo dengan Jokowi usai Pilpres 2019 rampung justru melukai hati para pendukung Prabowo-Sandi.

Bacaan Lainnya

“Rekonsiliasi kemaren itu artinya islah damai, damai artinya dengan yang mahal itu adalah ucapan selamat. Ini yang sangat berbahaya, kita nggak bisa nerima toleransi terhadap ucapan selamat sebagian yang kita ramaikan itu adalah yang melukai kita,” kata Novel di Gedung Joeang 1945, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2019).

“Karena dengan ucapan selamat itu sangat menyayat-nyayat hati kita,” imbuhnya.

Novel menyatakan bahwa Pilpres 2019 masih menyisakan persoalan yakni kecurangan yang dinilai pihaknya Tersetruktus, Sistematis dan Masif (TSM). Jika Prabowo melakukan rekonsiliasi, maka pemahaman Novel bahwa Prabowo mencoba mencampur-adukkan antara yang baik dan benar.

“Artinya biasa kok haq dan yang bathil ini bisa dijadikan satu. Padahal (antara) haq dan bathil ini nggak bisa dijadikan satu. Biar bagaimana (jika) hak ya hak, bathil ya bathil,” ujar Novel.

“Kita harus punya sikap tegas, di tengah-tengah saja nggak bisa, di antara haq dan bathil kita netral (itu) nggak bisa,” sambungnya.

[NOE]

Temukan kami di Google News.