Kata Mahfud, Konflik Desa Wadas Antar Warga Sudah Kondusif, Jangan Terprovokasi

Menko Polhukam
Mahfud MD dalam konferensi persnya hari ini, Rabu 9 Februari 2022.

Mahfud MD memahami pro dan kontra terhadap sebuah proyek oleh pemerintah biasa terjadi, termasuk saat ini tengah dialami oleh masyarakat di desa Wadas, Kecamatan Bener. Dan untuk mengurai masalahnya, Mahfud mengatakan bahwa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan melakukan dialog interaktif dengan masyarakat yang difasilitasi langsung oleh Komnas HAM.

“Gubernur Jawa Tengah akan melakukan dialog dengan warga Desa Wadas yang masih menolak rencana kegiatan penambangan, dengan difasilitasi oleh Komnas HAM,” terang Mahfud.

Bacaan Lainnya

Bendungan dan Waduk Bener Proyek Strategis Nasional

Lebih lanjut, Menko Polhukam Mahfud MD juga menyampaikan, bahwa pembangunan bendungan dan aduk di Kecamatan Bener merupakan salah satu proyek pembangunan pemerintah yang masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional. Tujuan dari pembangunan bendungan dan waduk adalah untuk mengaliri lahan sawah di sekitarnya dengan area luas 15 ribu hektar.

Selain itu, bendungan dan waduk tersebut bisa digunakan untk sumber daya air baku, sumber listri dan untuk mengatasi banjir.

“Jadi, bendungan ini pada dasarnya untuk kepentingan rakyat, khususnya masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya, dan ini sudah dimulai sejak tahun 2013,” papar Mahfud.

Berdasarkan pemahaman Menko Mahfud, bahwa seluruh proses rencana pertambangan batu andesit di desa Wadas tidak ada pelanggaran hukum. Seluruh mekanisme konstitusional sudah dilalui dengan baik dan benar. Bahkan proses hukum pernah sampai berjalan di mekanisme gugatan oleh warga yang menolak di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) hingga ke tingkat Mahkamah Agung (MA).

“Jadi, kasusnya sudah inkrah atau berkekuatan hukum tetap. Demikian pula instrument yang disebut Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang sudah terpenuhi,” tandasnya.

Oleh karena itu, Mahfud menyerukan kepada seluruh masyarakat agar tidak permakan hoaks dan provokasi yang membuat situasi keamanan dan ketertiban nasional terganggu.

“Pemerintah menghimbau agar masyarakat tidak terprovokasi dan mempercayakan penyelesaian masalah ini kepada pemerintah. Jadi sekali lagi saya tegaskan bahwa Wadas tenang, jangan terprovokasi,” pungkasnya.

Temukan kami di Google News.