Eks Ketua HTI Sebut Khilafah Islamiah Ala Ismail Yusanto Menjijikkan

Ayik Heriansyah
Eks Ketua HTI Babel, Ayik Heriansyah.

Ismail Yusanto ditantang agar menunjukkan dalil untuk benarkan Khilafah Islamiah ala mereka

Selanjutnya, Ayik menyatakan bahwa Khilafah adalah ajaran Islam, namun bukan baku seperti yang diklaim oleh Hizbut Tahrir.

Bacaan Lainnya

“Semua bentuk khilafah pada hakikatnya adalah ajaran Islam, termasuk NKRI. NKRI ajaran Islam sudah menjadi ijma ulama di Nusantara. Secara konseptual, Khilafah Tahririyah Yusanto-iyah juga boleh disebut ajaran Islam. Akan tetapi yang menjadi pertanyaan; wajib-kah, sunnah-kah, mubah-kah, makruh-kah atau haram-kah, mendirikannya?,” tandasnya.

Hanya saja, ketika Hizbut Tahrir termasuk Ismail Yusanto memaksakan diri untuk terus menyuarakan bahwa Khilafah Islamiah ala mereka adalah wajib, ia menantang mereka untuk menyebutkan dalilnya secara terperinci.

“Jika wajib, silahkan Ismail Yusanto kemukakan dalil-dalil terperinci terkait kewajiban memilih dan mengangkat Amir Hizbut Tahrir menjadi khalifah,” tantangnya.

Dalil selanjutnya adalah tengang pembuatan Undang-Undang ala Hizbut Tahrir. Ayik menantang Ismail Yusanto dan elit-elit HTI untuk menunjukkan dalilnya pula.

“Jika wajib, silahkan Ismail Yusanto kemukakan dalil-dalil terperinci terkait kewajiban mengambil rancangan UUD susunan Amir Hizbut Tahrir,” sambungnya.

Terakhir, Ayik menantang Ismail Yusanto dan Hizbut Tahrir untuk menunjukkan dalil yang menyatakan bahwa cara mengambil kekuasaan adalah dengan mekanisme kudeta.

“Jika wajib, silahkan Ismail Yusanto kemukakan dalil-dalil terperinci terkait kewajiban thalabun nushrah (kudeta) sebagai metode peralihan kekuasaan dari kepala negara sebelumnya kepada Amir Hizbut Tahrir,” tegasnya.

Khilafah Islamiah ala HTI menjijikkan

Di sisi lain, Ayik juga menyinggung tentang statemen Ismail Yusanto yang pernah mengatakan, bahwa Khilafah juga telah dicatat oleh sejarah, berperan sangat penting dalam mewujudkan peradaban Islam yang agung berbilang abad lamanya.

Bagi Ayik, statemen Ismail Yusanto tersebut tidak ada yang salah, hanya saja kurang lengkap.

“Khilafah yang berhasil mewujudkan peradaban Islam adalah khilafah dari era Khulafaur Rasyidin sampai Turki Usmani, bukan Khilafah Tahririyah Yusanto-iyah,” tegas Ayik.

Ketua Divisi Riset DPP Pecinta Tanah Air Indonesia (Petanesia) itu mengatakan, bahwa era Khilafah yang dimaksud Ismail Yusanto dan Hizbut Tahrir berbeda dengan khilafah yang sudah pernah ada dan juga telah tumbang, peradaban Islam yang pernah ada sudah hancur lebur.

“Peradaban yang dibangun Khilafah Umayyah dihancurkan oleh Khilafah Abbasiyah. Peradaban yang diwujudkan oleh Khilafah Abbasiyah dihancurleburkan oleh Tentara Mongol. Peradaban Islam yang diciptakan Khilafah Turki Usmani luluh lantak di tangan negara-negara Eropa terutama Inggris, Perancis, Rusia dan Italia. Khilafah Tahririyah Yusanto-iyah belum pernah mewujudkan peradaban islam yang gemilang dan belum pernah hancur,” tuturnya.

Oleh karena itu, memandang dari berbagai penjelasannya yang telah diutarakan, Ayik menyatakan bahwa Khilafah Islamiah ala Ismail Yusanto dan Hizbut Tahrir sangat bermasalah.

“Argumen pertama Muhammad Ismail Yusanto dalam membela Khilafah Tahririyah Yusanto-iyah, sudah bermasalah dan sangat menjijikan,” tutupnya. [RED]

Temukan kami di Google News.