PA212 Sebut PBB dan PPP Tetap Hancur Jika Tidak Tegakkan Syariat Islam

Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin
Foto : Inisiatifnews

Inisiatifnews – Kepala Bidang Humas DPP Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin menilai bahwa Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Bulan Bintang (PBB) akan tetap hancur jika tidak bertaubat.

“Sudah cukup partai Islam PPP hancur, PBB hancur. Kalau mereka nggak taubat dan kembali menegakkan syariat Islam dan mengembalikan piagam jakarta, mereka akan hancur,” kata Novel di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2019).

Bacaan Lainnya

Menurut Novel, partai Islam yang masih akan mengemban amanat umat hanya Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Bahkan eks caleg PBB tersebut mengaku mendapatkan informasi bahwa partai yang saat ini dipimpin oleh Sohibul Iman itu tidak akan melakukan rekonsiliasi dengan pemerintahan terpilih yakni Jokowi-Maruf.

“PKS kesepakatan mereka akan tetap oposisi. Karena mereka yakin kalau mereka juga menyatu dengan rezim, rakyat dan umat mau menyandarkan aspirasinya mereka kemana?,” ujarnya.

Selain itu, Novel juga mengatakan bahwa para ulama 212 akan segera menggelar rapat pertemuan nasional untuk membahas agenda selanjutnya pasca Pemilu 2019, apalagi pasca Jokowi-Maruf dinyatakan menang oleh KPU melalui hasil rekomendasi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) serta adanya agenda pertemuan antara Jokowi dengan Prabowo sepekan lalu.

Agenda pertemuan itu adalah Ijtima Ulama IV yang akan digagas oleh para ormas Islam dan rencananya akan digelar mulai 5 Agustus 2019 di kawasan Jakarta.

“Tanggal 5 Agustus; GNPF Ulama, FPI, FUI, GISS dan PA212 akan menjadi panitia Ijtima Ulama 4,” terangnya.

“Akan ada evaluasi dan meminta laporan pertanggungjawaban partai-partai dimana suara kami diberikan. Karena masuknya kami, suara Koalisi Adil Makmur menjadi besar,” tegas Novel.

Novel berharap agar Ijtima Ulama IV nanti akan menghasilkan kesepakatan bersama untuk mengatasi berbagai persoalan bangsa Indonesia.

“Semoga Ijtima Ulama menghasilkan kesepakatan baik hukum, politik, dakwah, ekonomi dan kemanusiaan,” tutup Novel.

[NOE]

Temukan kami di Google News.