PA 212: Ijtima Ulama Tak Urus Rekonsiliasi Jokowi Prabowo

Ijtima Ulama
Ijtima Ulama III oleh GNPF Ulama, FPI dan PA212.

Inisiatifnews – Kepala bidang Humas DPP Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin menegaskan bahwa dalam Ijtima Ulama jilid IV nanti tidak akan membahas agenda rekonsiliasi antaran Jokowi dengan Prabowo usai Pilpres 2019.

Menurutnya agenda dukung mendukung di Pemilu 2019 khususnya Pilpres sudah tamat.

Bacaan Lainnya

“Ijtima Ulama IV bukan untuk mengurusi rekonsiliasi-rekonsiliasi. Menurut kami sudah bukan agenda yang pokok atau penting, mungkin hanya disisipkan akan tetapi evaluasi tentang kecurangan justru (yang dibahas),” kata Novel di Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Baginya, rekonsiliasi dengan rencana Ijtima Ulama IV juga tidak nyambung karena agenda pertemuan antara para ulama dan aktivis 212 tersebut dikatakan Novel sudah ada sebelum agenda politik Prabowo dan Jokowi di MRT berlangsung.

“Adanya ijtima ulama IV sudah digadang-gadang. Dari putusan MK dan putusan KPU itu sudah kita wacanan untuk terselenggaranya Ijtima Ulama IV. Jadi bukan karena rekonsiliasi,” tegasnya.

Selain itu, Novel Bamukmin juga menyampaikan bahwa pihaknya juga akan fokus membahas tragedi 21 dan 22 Mei 2019 di kawasan Jakarta Pusat. Dimana dalam tragedi tersebut ada banyak orang meninggal karena diduga akibat sikap represif dari aparat keamanan.

“Fokus perjuangkan adalah yang sudah kita sampaikan di Komnas HAM tentang tragedi 21 dan 22 yang berdarah. 10 orang insya Allah mati syahid, 4 orang diantaranya anak di bawah umur. Ini harus diproses dan ini pemerintah harus melek harus bertanggungjawab,” ujarnya.

Lebih lanjut, Novel juga menyebutkan bahwa kasus kematian para petugas KPPS hingga ratusan orang juga akan menjadi fokus perjuangannya.

“Sampai saat ini pemerintah tidak respon terhadap kejadian itu juga tidak ada respon terhadap yang diduga kematian tidak wajar 500 lebih petugas KPPS. Itu juga harus direspon bahkan kita sudah berjuang di komisi-komisi di DPR,” tutur Novel.

Sayangnya, Novel menganggap upaya pencarian fakta terhadap kematian petugas KPPS tersebut tidak mendapatkan respon yang positif dari fraksi-fraksi partai pendukung Capres-Cawapres 01 di DPR.

“Justru komisi-komisi dari fraksi-fraksi 01 tidak mendukung, ada apa ini?,” tandasnya.

Novel berharap Ijtima Ulama IV yang akan digelar oleh GNPF Ulama, FPI, FUI, PA212 dan beberapa ormas Islam lainnya akan menghasilkan sikap yang jelas dan tegas ke depannya.

“Dengan harapan ini Ijtima Ulama kita harus bisa menentukan sikap dan mudah-mudahan sampai bukan lagi kepada 02 akan tetapi sikap ini kepada 01,” tukas Novel Bamukmin.

“Ini perjuangan kita untuk menegakkan keadilan yang memang kita sudah selesai secara otomatis setelah putusan MK memang kita sudah kembali masing-masing,” tutupnya.

[NOE]

Temukan kami di Google News.