Luhut Belum Nyerah Bangun Forum Rekonsolisiasi Jokowi dan Prabowo

Luhut
Luhut Binsar Panjaitan.

Inisiatifnews – Panasnya situasi politik di tanah air diyakini bakalan adem jika dua tokoh utama yakni Jokowi dan Prabowo bertemu. Sejak 17 April hingga pengumuman pemenang Pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), baik Jokowi dengan Prabowo, atapun Sandiaga dengan Kiai Ma’ruf, belum bertemu sama sekali.

Upaya mempertemukan tokoh-tokoh ini terus dilakukan. Namun pertemuan belum juga kunjung terwujud. Ada saja halangannya. Baru Wakil Presiden Jusuf Kalla yang sudah bertemu dengan Prabowo, Kamis (23/5).

Bacaan Lainnya

Usaha mempertemukan Jokowi dan Prabowo juga sudah dilakukan jauh sebelumnya oleh Jokowi dengan mengirim utusan menemui Prabowo. Pertemuan ini sudah diupayakan tak lama setelah 17 April dan hasil quick count keluar.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan pun mengaku ia diutus Jokowi untuk bertemu dengan Prabowo. Malahan, Luhut mengaku telah berkomunikasi dengan eks Danjen Kopassus itu melalui sambungan telepon.

Sudah janjian mau makan bareng di restoran Jepang segala, eh pertemuan batal karena alasan teknis. Seharusnya, ia dan Prabowo makan bersama pada Minggu (21/4). Pertemuan gagal karena Prabowo kurang sehat.

Hingga kini Luhut mengaku belum menyerah nyomblangin Jokowi dan Prabowo ketemuan. Dia pun menampik usahanya mempertemukan dua capres ini menemui jalan buntu.

“Enggak mandek, jalan. Kalian kan enggak tahu saja semua,” kata Luhut di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (27/5/2019).

Kata Luhut, pada dasarnya Jokowi dan Prabowo sama-sama ingin ketemu. Soalnya, memang tak ada persoalan yang mengganjal antara keduanya. Pertemuan anatara Wapres JK dengan Prabowo, sambung Luhut, juga bagian dari usaha mempertemukan keduanya.

“Sudah ada komunikasi. Pak JK sudah jalan,” tandasnya.

Luhut pun menambahkan, saat ini bola pertemuan sebenarnya ada di kubu Prabowo. Sebab, seluruh pintu di kubu Jokowi terbuka lebar. Apalagi, lanjut politisi senior Partai Golkar ini, situasi politik dalam negeri berangsur-angsur dingin setelah rusuh pada 21 dan 22 Mei 2019. Dengan Jokowi dan Prabowo bertemu, dia berahap situasi politik dalam negeri semakin adem dan rekonsiliatif.

“Bolanya ada di sana. Baik-baik aja kok, Pak Prabowo juga baik-baik, gak masalah. Kan udah melalui MK, kan udah baik-baik. Kan sudah dingin juga suasana kok. Saya kira kalau ada waktunya yang pas kenapa tidak. Pak Jokowi kan sudah beri tahu kepada siapa saja beliau siap bertemu,” pungkasnya.

Sementara itu, sejauh ini Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyatakan Prabowo sampai saat ini belum ada agenda bertemu dengan Jokowi.

“Belum ada rencana Pak Prabowo akan bertemu dengan Pak Jokowi. Beliau fokus pada persiapan sidang MK dan mendengar masukan dari rakyat dan tokoh dari seluruh Indonesia,” kata koordinator jubir BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak, kemarin.

Pegamat politik senior Arbi Sanit menilai, saat ini keduanya tidak perlu bertemu dahulu. Sebab, salah satunya, yakni Prabowo masih menggugat hasil Pilpres ke MK.

“Bahwa Jokowi dan Prabowo bertemu itu penting. Tetapi momennya bukan sekarang. Karena kan sekarang mereka sedang berantem di MK. Jangan main politik basa basi. Pura-pura berbaikan, padahal bermusuhan. Itu enggak benar. Jujur saja kepada rakyat,” kata Arbi Sanit kepada wartawan.

Seperti diketahui, proses gugatan Pilpres di MK akan rampung pada 28 Juni 2019. Artinya, keduanya bisa bertemu pasca putusan MK keluar.

“Selesaikan proses hukumnya dulu. Jangan dipotong-potong, karena nanti hanya melahirkan kepura-puraan. Jangan sekarang bertemu. Prabowo konsentrasi di MK. Kalau sudah ada hasilnya baru bertemu, rekonsiliasi,” kata Arbi.

(FMM)

Temukan kami di Google News.