Kritikan Pedas Yunarto Wijaya dan Uki Soal Proyek Pelatihan Kartu Prakerja

Kartu Prakerja
Ilustrasi progran kartu prakerja.

Inisiatifnews.com – Direktur Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya menilai tak perlu menggunakan standar moral untuk menilai sebuah startup yang memiliki target komersil dalam penerimaan sebuah proyek, apalagi proyek tersebut jelas untuk kepentingan perusahaan semata.

“Gak usah gunain standar moral para start up yang memang niatnya komersil kok, senenglah mereka dapat proyek gitu, belum lagi dapat database jutaan jumlahnya,” kata Yunarto dalam kicauan akun twitternya @yunartowijaya, Minggu (3/5/2020).

Bacaan Lainnya

Bagi Yunarto, negara harus bertanggungjawab terhadap penyaluran proyek bernilai Rp5,6 Triliun itu.

“Yang bertanggungjawab terjadi pemborosan duit rakyat Rp 5,6 T di situasi krisis gini ya yang ngasih proyek, ya negara,” ujarnya.

Di sisi lain, peneliti muda Dedek Prayudi juga menyoroti proyek pelatihan dan sertifikasi kartu prakerja. Menurutnya, Skill Academy yang merupakan sub usaha dari Ruangguru yang lebih kenyang menikmati duit negara itu.

Masih dalam kicauan pria yang karib disapa Uki di kolom komentar, bahwa seharusnya pemerintah lebih memperhatikan pemberian pembekalan kepada masyarakat tentang softskill yang paling dibutuhkan di industri kerja di masing-masing daerah mereka.

Sementara jika menilik program pelatihan dan sertifikasi yang dilakukan oleh Ruangguru missalnya, justru pemerintah dinilai Uki hanya memandang sebatas program asal jalan saja.

“Kalaupun mau memberi ‘pembekalan’ sesuaikan juga dengan kebutuhan industri dan potensi ekonomi masing-masing daerah tingkat 2. Anggarannya terlalu besar untuk sekedar jadi program asal jadi,” tuturnya. []

Temukan kami di Google News.