Kapal China di Natuna, Istana Pastikan Tak Ada Kompromi Soal Kedaulatan Indonesia

Fadjroel
Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi, Fadjroel Rachman. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa pemerintah tidak akan berkompromi dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia, terkait polemik klaim kepemilikan perairan Natuna oleh China.

Pernyataan Presiden ini disampaikan oleh Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman.

Bacaan Lainnya

“Tak ada kompromi dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia,” kata Jokowi melalui Fadjroel, Sabtu (4/1/2019).

Kendati begitu, Jokowi tak membantah bila pemerintah tetap memprioritaskan kebijakan diplomatik damai dalam menyelesaikan polemik dengan Negeri Tirai Bambu itu. Langkah ini merupakan arahan dari kepala negara.

“Berdasarkan arahan presiden, pemerintah Indonesia bersikap tegas sekaligus memprioritaskan usaha diplomatik damai dalam menangani konflik di perairan Natuna,” katanya.

Fadjroel menekankan bahwa langkah diplomatik damai tetap mencerminkan sikap Jokowi untuk tidak berkompromi pada kedaulatan Indonesia.

“Ya benar,” ujarnya.

Sebelumnya, Indonesia telah melayangkan nota protes kepada China terkait kapal penjaga pantai dan kapal penangkap ikan mereka memasuki perairan Natuna, Kepulauan Riau. Kementerian Luar Negeri menyatakan telah memanggil Duta Besar China di Jakarta untuk menyampaikan protes tersebut.

Bahkan pemerintah di bawah koordinasi Menko Polhukam juga menyatakan bahwa keberadaan kapal keamanan milik pemerintah China di Natuna adalah wujud pelanggaran terhadap perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia yang disepakati dalam perjanjian UNCLOS 1982.

[]

Temukan kami di Google News.