Kominfo Catat Ada 500 Konten Hoaks dan Hasutan Soal Papua

Rudiantara
Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.[dokumen : Kemenlu RI]

Inisiatifnews – Di tengah-tengah konflik yang terjadi soal Papua dan Papua Barat, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mencatat sebanyak 500 ribu URL (Uniform Resource Locator) konten terdeteksi menyebar hoaks yang berpotensi memperkeruh situasi.

Dengan alasan itulah, sehingga Kominfo mengambil kebijakan yakni layanan internet di daerah itu masih perlu dibatasi.

Bacaan Lainnya

“Jumlahnya masih sangat tinggi. Kontennya tidak hanya berita bohong tapi juga menghasut dan mengadu domba,” kata Rudiantara, di Padang, Senin (2/9/2019).

Ia menyebut pemulihan akses akan dilakukan secara bertahap, tergantung situasi di Papua dan Papua Barat terkini seperti apa, apakah distribusi konten disinformasi itu masih merajalela atau tidak.

Sejauh ini setidaknya ada 29 kabupaten dan kota di Provinsi Papua dan 13 kabupaten di Papua Barat yang masih dibatasi akses internetnya.

“Menkopolhukam sudah memastikan daerah yang kondusif akan dipulihkan. Kita sudah ketemu provider untuk membahas skenario pemulihan itu,” ujarnya.

Saat ini menurutnya sudah ada tim yang menilai situasi Papua terkini. Jika memang sudah kondusif, akan dipulihkan per daerah.

Situasi yang tidak kondusif terjadi di Papua dan Papua Barat akibat aksi demonstrasi yang berlangsung anarkis.

Untuk meredam situasi pemerintah membatasi akses internet di daerah itu. []

Temukan kami di Google News.