Titiek Bandingkan Kecurangan Pemilu Era Bapaknya dengan Sekarang

Inisiatifnews – Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto membandingkan pemilu era rezim Orde Baru dimana Bapaknya yakni Soeharto saat itu menjabat dengan pemilu era reformasi saat ini.

Menurut Titiek, justru pemilu 2019 saat ini jauh lebih curang dibandingkan pemilu era Soeharto yang banyak disebutkan orang-orang itu.

Bacaan Lainnya

“Dulu katanya pemilu waktu jaman pak Harto curang, ternyata sekarang malah lebih curang,” kata Titiek dalam acara Deklarasi Kedaulatan Rakyat (DKR) di Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019).

Titiek juga menegaskan bahwa dirinya akan melawan pemilu 2019 ini yang dinilainya telah terjadi banyak sekali kecurangan.

“Kita tidak akan tinggal diam dengan pemilu curang ini, merupakan pengkhianatan terhadap bangsa yang bisa memecah belah,” tegasnya.

Baginya, Pemilu curang adalah wujud bagaimana pemerintah tidak mampu mengelola demokrasi dengan baik.

“Pemilu curang merupakan bukti bahwa pemerintah telah gagal total dalam menegakan demokrasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Titiek Soeharto menegaskan bahwa pihaknya bersama partai koalisi Indonesia Adil Makmur yang mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Capres dan Cawapres tidak akan menggugat hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK) jika mereka dinyatakan kalah dalam rekapitulasi suara akhir secara manual Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Hal ini disampaikan Titiek karena pihaknya trauma dengan proses gugatan Pilpres 2014 lalu di MK.

“Kalau hasilnya tidak sesuai, kayaknya kita enggak ke MK, enggak ya. Pengalaman di 2014. Kita ke MK, judulnya belum diperiksa bukti-buktinya sudah diketok yang menang di sebelah. Jadi kayaknya kita tidak ke MK lagi, kita akan berjuang di jalanan. Insya Allah damai,” tuturnya.

Bahkan jika di dalam negeri cara mereka tidak mendapatkan angin segar, Titiek menegaskan akan membawa kegelisahan mereka itu di kancah internasional.

“Kalau di dalam negeri kita tetap dicueki, kita bawa ini ke dunia internasional,” tutupnya.

[IBN]

Temukan kami di Google News.