2 Tahun Penyiraman Air Keras, Cak Nun: Novel Baswedan Wajah Indonesia Sebenarnya

Cak Nun
Emha Ainun Najib (Cak Nun) bersama Najwa Shihab dan Novel Baswedan di depan gedung KPU RI. [foto : Inisiatifnews]

Malam ini, kata Cak Nun, adalah desakan besar terhadap pemerintah atau kepada siapapun saja. Ia pun mendoakan anak-anak muda KPK, para pegawai KPK senantiasa diberikan perlindungan oleh Tuhan.

“Pertama perlindungan intelijen dan ilmu. Kedua perlindungan kultural, anda punya kontak dengan rakyat semua yang antikorupsi. Ketiga adalah perlindungan spiritual, anda harus punya wiridhan, supaya tidak mudah ditembak dan disiram air keras dan lainnya,” ujar Cak Nun.

Kenapa doa meminta perlindungan kepada Tuhan? Sebab, lanjut Cak Nun, di negara ini sebagian besar kita tidak dilindungi siapapun, termasuk oleh negara. “Tetapi ingat, semua penguasa, sebenarnya tidak berkuasa atas Anda. Yang berkuasa atas Anda, ada yang lebih tinggi,” tandasnya.

Ia yakin banyak pihak yang mencintai Novel dan KPK. Apalagi di sini, ada penderitaan. Penderitaan menjadi kemuliaan inilah yang membuat Cak Nun tidak mungkin tidak datang dan memberi bantuan sebisa-bisanya.

“Saya mencintai anda semua. Saya diizinkan istri saya untuk melakukan apa saja yang sifatnya kebaikan, kedamaian untuk Indonesia. Meskipun saya nyumbangnya satu titik dua titik, satu cc dua cc, tapi i will do it, because I love you all.”

“Kasus ini harus dituntaskan. Harus jelas! KPK punya temen se-Indonesia. Kami akan melindungi KPK. Butuh apa? Saya disuruh apa? Kita berkumpul ini sudah sebuah desakan. Saya stand by, untuk melakukan apapun yang kita lakukan nanti. Anda dan kita semua sudah menjadi satu kesatuan berkaitan dengan perjuangan ini.”

Hukum Tuhan & Doa Yang Menembus Langit

Cak Nun memberi alternatif atau jalan lain penuntasan kasus Novel. Apa itu? Hukum Tuhan dan berbagai cara yang selama ini sebagian besar tidak pernah dipercaya dan dikerjakan bangsa ini. “Ada hukum macam-macam di dunia. Minimum yang bisa kita lakukan sekarang adalah, ada hukum Tuhan, yang tidak pernah kita kerjakan,” ungkapnya.

Cak Nun mengakui, hukum Tuhan selalu dijunjungnya hingga detik ini. Karenanya ia mengajak seluruh pihak memakai hukum tersebut. Paling tidak, Novel dan pegawai KPK sekarang memakai hukum ini.