2 Tahun Penyiraman Air Keras, Cak Nun: Novel Baswedan Wajah Indonesia Sebenarnya

Cak Nun
Emha Ainun Najib (Cak Nun) bersama Najwa Shihab dan Novel Baswedan di depan gedung KPU RI. [foto : Inisiatifnews]

Malam itu, pelataran Gedung KPK tetiba tak seperti biasanya. Ramai orang. Tapi ini lebih ramai ketimbang ada tersangka OTT KPK yang digelandang dan dikerubutin wartawan.

Najwa Shihab.

Ribuan masyarakat berbagai profesi, mahasiswa, buruh, pedagang, tukang ojek, pegiat Maiyah, hingga pegawai KPK duduk lesehan untuk ikut mendukung sarasehan budaya yang mendesak penuntasan kasus Novel. Di teras Gedung KPK, duduk Novel Baswedan, Cak Nun dan presenter kondang Najwa Shihab.

Najwa Shihab membuka acara dengan puisi khas Catatan Najwa untuk kasus Novel yang sudah dua tahun masih buram. Dia juga menyebut, di luar Novel, banyak aktivis dan pejuang antikorupsi yang mengalami teror berupa penganiayaan dan penyerangan.

“Ini bukan soal Novel. Bukan individu. Ini sistematis terjadi sejak lama. Sudah 115 pegiat antikorupsi yang menerima teror sejak 1996. Ini jelas serangan terhadap KPK sebagai institusi. Ini penyerangan terhadap kita semua,” kata Najwa berapi-api.

Yang paling dirugikan dari berbagai teror ini, kata Najwa adalah semua rakyat. Karenanya, dia berharap pimpinan KPK membuka diri. Ia meminta, acara peringatan dapat dijadikan tonggak perubahan. Ini juga penegasan semangat pemberantasan korupsi yang tidak dapat diteror oleh ancaman-ancaman.

“Penggarongan uang negara di kantor pejabat, ruangan politisi, sampai lapangan sepakbola terjadi. Kita butuh dan dibutuhkan KPK. Banyak alasan untuk cinta kepada KPK. Penyidik digebukin oleh pejabat gubernur, rumah pimpinan dilempar molotov, rakyat ingin tahu. KPK, pimpinanya, juga harus mengungkapkannya. Jangan menutup diri,” pinta Najwa.

Pandangan Mata Kanan Mengecil & Kiri Berkabut, Blur Seperti Kasusnya Yang Tak Kunjung Diusut

Pertama kali, Novel berterimakasih atas dukungan yang sangat besar ini. Ia pun menceritakan kondisi matanya setelah dua tahun disiram air keras. Saat ini mata kanannya masih dapat digunakan untuk membaca, namun pandangan mengecil. Sementara mata kirinya yang sudah dioperasi beberapa kali, kabur.

“Kondisi mata saya, Alhamdulillah sudah baik. Pandangannya mata kiri sedikit mengecil. Mata kanan, berkabut. Tapi Alhamdulillah,” ungkap Novel.