TKN Laporkan Video Viral Fitnah Penghapusan Pelajaran Agama & Pesantren

Inisiatifnews – Video yang menampilkan perempuan tengah melakukan kampanye hitam di Sulawesi Selatan (Sulsel) tengah viral. Dalam video yang beredar ini, perempuan paruh baya tersebut menyatakan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) akan menghapus pelajaran agama dan menghapus pesantren.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin akan menelusuri dan melaporkannya. “Emak-emak ini nanti kita coba proses apakah dia bagian dari tim kampanye daerah paslon 02 di sana. Karena diduga dia telah menggunakan baju bercorak salah satu partai pendukung paslon 02,” ujar Direktur Hukum dan Advokasi TKN Ade Irfan Pulungan kepada wartawan Rabu (06/03/2019).

Bacaan Lainnya

Pihaknya akan melaporkan video tersebut ke Bareskrim Polri. Diterangkannya, pernyataan yang dilontarkan ibu-ibu dalam video tersebut mengandung unsur ujaran kebencian dan fitnah. “Kami lebih fokus ke tindak pidana fitnahnya saja, karena ancaman hukumannya lebih berat. Biar ada efek jera,” tandas Ade Irfan.

Selain jalur hukum, dia juga berharap Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) lebih ketat mengawasi kampanye hitam jelang pemilihan umum 17 April. Kejadian seperti di Sulsel dimintanya tak terjadi lagi di wilayah lain. “Bawaslu juga harus menginvestigasi ibu-ibu tersebut, biar jelas,” harap Ade Irfan.

Selain video emak-emak di Sulsel, TKN juga akan melaporkan satu video dan rekaman suara yang juga mengandung unsur fitnah dan ujaran kebencian. Pertama adalah video berisi pernyataan dari dua orang pria yang menyebut capres Jokowi menggunakan fasilitas negara dalam kegiatan kampanyenya. Rekaman satunya adalah suara berisi pernyataan Jokowi adalah warga negara Cina yang akan mencoblos dalam pemilihan umum (Pemilu) 2019.

Dia menilai, video dan rekaman suara ini merupakan bagian dari kampanye hitam untuk menjatuhkan pasangan calon nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf. “Ini luar biasa fitnahnya, keji,” tandasnya. (FBM)

Temukan kami di Google News.