Hoax Penghapusan Pelajaran Agama Oleh Jokowi, Menag Lukman: Saya Jamin, Tak Benar Sama Sekali!

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.

Inisiatifnews – Jelang pemilu serentak 17 April, hoax dan fitnah semakin bervariasi. Salah satunya fitnah bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menghapus pelajaran agama dari kurikulum.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin tegas membantahnya. Sebagai Menag, dia menjamin pemerintah tidak akan menghapus pelajaran agama. “Selaku Menteri Agamaa, saya menjamin itu tidak benar sama sekali. Selama Indonesia berdasar Pancasila, dan itu akan selamanya, sila pertama adalah berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa, dan empat sila-sila yang lain itu semua adalah nilai-nilai agama,” tegas Lukman setelah Upacara Tawur Agung Kesanga jelang Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1941 (2019) di kompleks Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Rabu (06/03/2019).

Bacaan Lainnya

Pernyataan Menag ini merespon pertanyaan awak media soal video emak-emak yang tengah viral di media sosial. Dalam video itu emak-emak ini menyatakan, pelajaran agama akan dihapus capres petahana.

“Jadi Indonesia hakikatnya adalah negara yang sangat agamis karena semua warga negaranya adalah umat beragama. Tidak mungkin menghapuskan pelajaran agama di bumi nusantara ini,” tegas Menteri Lukman.

Untuk diketahui, sebelumnya, video emak-emak mengkampanyekan Prabowo-Sandiaga door to door di Makassar viral di berbagai media sosial. Mereka menyebut pelajaran agama dan pesantren akan dihapus jika Jokowi kembali terpilih.

“Kalau kita pilih Prabowo itu, kita pikirkan nasib agama kita, anak-anak kita walaupun kita tidak menikmati. Tapi besok lima tahun atau 10 tahun akan datang ini, apakah kita mau kalau pelajaran agama dihapuskan oleh Jokowi bersama menteri-menterinya? Itu kan salah satu programnya mereka. Yang pertama, pendidikan agama dihapus di sekolah-sekolah. Terus rencananya mereka itu menggantikan pesantren. Itu akan menjadi sekolah umum dan berbagai macam cara untuk ini,” ujar salah satu emak-emak dalam video yang lagi hangat diperbincangkan ini. (MBK)

Temukan kami di Google News.