Turki Jadi Contoh Sukses Redenominasi, Tapi Inflasinya Kini 40-50 Persen per Tahun

Ekonom, Halim Alamsyah, dalam program Bicara Ekonomi Politik atau B.E.P di kanal YouTube Terus Terang Media, kamis (20/11/2025). Foto: Wahyu Suryana
Ekonom, Halim Alamsyah, dalam program Bicara Ekonomi Politik atau B.E.P di kanal YouTube Terus Terang Media, kamis (20/11/2025). Foto: Wahyu Suryana

Pemerintah lewat Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengumumkan rencana mengejutkan redenominasi rupiah dari Rp 1.000 menjadi Rp 1. Hal ini menuai pro-kontra mengingat begitu banyak masalah fundamental yang belum diselesaikan.

Ekonom, Halim Alamsyah mengatakan, Turki bisa dibilang jadi salah satu contoh sukses negara yang melakukan redenominasi. Saat itu, ia menerangkan, Turki menjadi negara yang melakukan persiapan cukup baik sebelum menerapkan redenominasi.

Artinya, sebelum benar-benar melakukan redenominasi pada 2005, sebenarnya sudah ada masa persiapan yang dijalankan, sebelum akhirnya disetujui pemerintahnya untuk diterapkan. Saat itu, 1 dolar Amerika sudah senilai 1, sekian juta lira Turki.

“Pada waktu itu saya ingat sekali, satu dolar Amerika itu kurang lebih satu juta sekian old lira ya lira lama Turki. Nah, itu 2005 ditetapkan dimulainya dimulainya program redominasi, tapi uang lama itu masih ada, masih berlaku terus sampai kurang lebih 7 tahun,” kata Halim kepada terusterang.id dan ditayangkan di program Bicara Ekonomi Politik (B.E.P) di kanal YouTube Terus Terang Media, Kamis (20/11/2025).

Setelah kurang lebih 10 tahun mereka mematangkan persiapan, baru pada 2014-2015 Turki menyatakan program redenominasi sudah selesai. Artinya, semua mata uangnya sudah dengan nominal baru, 1 juta lira lama jadi 1 lira baru, sama dengan 1 dolar.

Bagi Halim, secara proses Turki bisa dibilang berhasil dalam membawa program redominasinya, sehingga mereka mampu menggunakan mata uang yang baru. Kemudian, program itu diterima oleh masyarakatnya tanpa banyak goncangan yang berarti.

Tapi, Halim menekankan, itu tidak berarti mereka sudah bisa menyelesaikan masalah fundamental yang dihadapi oleh ekonomi Turki. Sebab, hari ini inflasi Tukri akhir-akhir ini antara 40-50 persen per tahun dengan suku bunga 50-60 persen per tahun.

“Jadi, ya itulah kondisinya Turki sekarang ya, kita sudah liat angkanya itu 1 dolar Amerika sekarang itu 42 lira Turki. Jadi, cepat sekali sudah 42 kali karena problem ekonominya tidak diselesaikan,” ujar Halim. (WS05)

Temukan kami di Google News.