Wah! Ring 1 Prabowo Serukan Geruduk Semua Kantor KPU

Konferensi pers beberapa tokoh pendukung Prabowo-Sandi di Seknas Prabowo Sandi, Jl Hos Cokroaminoto Nomor 93, Menteng, Jakarta Pusat. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Habib Muhsin bin Ahmad Al-Attas mengaku sebagai ring 1 Prabowo Subianto alias orang paling dekat dengan Capres nomor urut 02 itu di hadapan banyak media di Seknas Prabowo Sandi, di Jl HOS Cokriaminoto Nomor 93, Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam keterangannya, ia menyerukan kepada seluruh pendukung Prabowo-Sandi untuk bersiap-siap menggelar aksi besar-besaran di depan seluruh gedung KPU di daerah maupun di pusat. Dan inilah yang dimaksud sebagai gerakan People Power di lingkaran Capres-Cawapres nomor urut 02 itu.

Bacaan Lainnya

“Kita harus serempak seluruh Indonesia, rakyat harus turun ke KPU dan KPUD. Kita akan turunkan 10 juta massa. People power adalah jawabannya,” kata Habib Muhsin dalam acara konferensi pers di Seknas Prabowo Sandi, Senin (22/4/2019).

Dewan Pembina Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (FPI) itu juga mengatakan bahwa Persaudaraan Alumni 212 dan GNPF Ulama akan mendapatkan interuksi langsung dari Habib Muhammad Rizieq bin Shihab untuk mengerahkan massanya itu.

“Jangan sampai kita dipecah belah. Insya Allah 212 dan GNPF akan diinteruksikan imam besar untuk people power,” tegasnya.

Kemudian ia juga menegaskan bahwa Prabowo Subianto tidak akan bertemu dengan perwakilan atau pihak Jokowi untuk melakukan pertemuan dalam bentuk apapun. Ia mengatakan bahwa pun pertemuan itu dilakukan hanya ada dua kemungkinan yakni ketika Jokowi-Maruf bersedia mengakui kekalahannya di Pilpres 2019, atau bertemu untuk rekonsiliasi pasca pelantikan Prabowo-Sandi sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024.

“Saya sudah ada di Ring 1 menyampaikan ke saya. Dan pak Prabowo masih istiqomah tidak akan ada negoisasi minimal sampai pelantikan,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, pendukung Prabowo-Sandi, Djoko Edhi Abdurrahman malah meminta agar seluruh pendukung Prabowo-Sandi untuk menolak seluruh hasil pemilu 2019. Ia mengklaim bahwa banyak sekali kecurangan sehingga hasil pemilu ini dianggapnya tidak bisa diakui lagi.

“Tidak mungkin kita mengatasi kecurangan-kecurangan ini dan (kecurangan) akan berlanjut langsung sampai di hitung manual. Makanya anjuran saya tolak pemilu,” kata pria yang karip disapa Joked itu.

Kemudian cara melakukan melakukan penolakan terhadap pemilu bagi Joked adalah dengan melakukan pagar betis. Karena baginya, tujuan utama dari penolakan hasil pemilu tersebut adalah agar Joko Widodo tumbang dan jabatannya sebagai Presiden dan digantikan Prabowo-Sandi.

“Dan saatnya kita sudah pasang badan, dan ada yang mati jelas 100 orang lah, tapi yang penting kita bela yang benar. Saya tidak dapat apa-apa gak masalah asal Jokowi jatuh,” tegasnya.

Perlu diketahui, bahwa pihak Prabowo-Sandi masih meyakini kemenangan mereka terhadap kompetisi Pilpres 2019 dengan capaian 62% berdasarkan data dari rekam C1 di seluruh TPS yang melakukan pemungutan suara.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh tim IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi, Agus Maksum. Ia mengklaim bahwa jika benar hitungan KPU terhadap proses pilpres 2019, maka datanya akan sama persis dengan hasil rekapitulasi dari pihaknya.

“Kalau kita bisa awasi dan datanya benar, maka datanya akan sama dengan klaim BPN, pak Prabowo menang lebih dari 60%,” kata Agus di lokasi yang sama.

[IBN]

Temukan kami di Google News.