Cina Bantah Jepang yang Tuduh Mereka Kembangkan Senjata Antariksa

Kemunculan kapal perang Cina di dekat Selat Tsushima yang berlokasi di antara Korea dan Jepang, menghubungkan Laut Jepang dan Laut Cina Timur.
Kemunculan kapal perang Cina di dekat Selat Tsushima yang berlokasi di antara Korea dan Jepang, menghubungkan Laut Jepang dan Laut Cina Timur.

Kementerian Pertahanan Cina membantah tuduhan Pemerintah Jepang kalau mereka menjadikan luar angkasa sebagai medan perang. Jubir Kementerian Pertahanan Cina, Zhang Xiaogang, meminta Jepang untuk berhenti membesarkan isu-isu tentang Cina.

“Kami mendesak Jepang untuk berhenti membesar-besarkan isu-isu terkait China, berhati-hati dalam perkataan dan perbuatan di bidang keamanan militer,” kata Zhang, Kamis (31/07/2025).

Bacaan Lainnya

Tuduhan itu sendiri berawal dari langkah Kementerian Pertahanan Jepang yang pada Senin (28/07/2025) meluncurkan pedoman pertahanan domain ruang angkasa pertama. Program tersebut dihadirkan dengan tujuan memperkuat kemampuan pertahanan di luar angkasa.

Termasuk, untuk memerangi apa yang mereka sebut sebagai ancaman dan risiko yang terkait dengan militerisasi ruang angkasa yang semakin maju seperti yang dilakukan Cina dan Rusia. Pada kesempatan itu, Jepang memperkenalkan apa yang mereka sebut satelit pengawal.

“China dengan tegas menentang tuduhan fitnah Jepang terhadap Cina. Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang telah melangkah lebih jauh di jalur ekspansi militer, dan terus memperluas kerja sama militer dengan Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya di bidang luar angkasa,” ujar Zhang.

Zhang menyebut Jepang sendiri sedang berusaha mengembangkan dan menyebarkan senjata luar angkasa dengan dalih pertahanan. Bagi mereka, langkah ini malah menimbulkan kekhawatiran tentang kebangkitan militerisme Jepang di negara-negara tetangga.

“Kami minta Jepang dapat dengan sungguh-sungguh meraih kepercayaan dari negara-negara tetangganya di Asia dan komunitas internasional dengan tindakan nyata,” kata Zhang.

Dalam pedoman Kementerian Pertahanan Jepang itu, disampaikan pula bahwa luar angkasa telah berubah jadi medan pertempuran. Karenanya, mereka menyoroti pentingnya memperkuat kemampuan untuk mempertahankan satelit dan mengamankan jalur komunikasi luar angkasa.

Pedoman pertahanan itu menguraikan rencana untuk melindungi satelit Jepang, sekaligus mendorong kerja sama antara sektor publik dan swasta dalam teknologi mutakhir. Sehingga, memperjelas bidang teknologi tinggi mana yang paling membutuhkan investasi sektor swasta.

Bersamaan, Kementerian Pertahanan Jepang turut merilis strategi informasi dan komunikasi generasi mendatang yang berfokus pembangunan jaringan berteknologi tinggi. Tujuannya, agar mampu melakukan komunikasi kapasitas besar secara real-time dan analisis data tingkat lanjut. (Antara/WS05)

Temukan kami di Google News.