Meta Tambahkan Anggaran Infrastruktur AI Dua Kali Lipat

Logo Meta. Foto: Istimewa
Logo Meta. Foto: Istimewa

Meta terus memperbesar ambisinya di bidang kecerdasan buatan (AI). Kali ini, mereka lakukan dengan meningkatkan lebih dari dua kali lipat pengeluaran pembangunan infrastruktur AI, termasuk untuk pusat data dan server.

“Kami memperkirakan belanja modal 2025, termasuk pembayaran pokok atas pembiayaan, ada di kisaran 66–72 miliar dolar AS, meningkat sekitar USD 30 miliar dibanding tahun sebelumnya,” ungkap Meta dalam laporan pendapatan perusahaan kuartal kedua 2025, Kamis (31/07/2025).

Bacaan Lainnya

Lonjakan ini tidak akan berhenti di 2025. Meta mengindikasikan belanja untuk infrastruktur AI akan kembali naik secara signifikan pada 2026. Mereka mengaku tengah secara agresif mengejar peluang menambah kapasitas demi mendukung pertumbuhan AI dan operasional bisnis Meta.

“Kami percaya bahwa membangun infrastruktur AI kelas dunia akan menjadi keunggulan utama dalam mengembangkan model dan produk AI terbaik. Karena itu, kami akan secara signifikan meningkatkan investasi kami pada 2026,” kata CFO Meta, Susan Li.

Meski sebagian besar pendanaan akan ditanggung Meta sendiri, Li menyebut perusahaan akan menjajaki kerja sama dengan mitra keuangan untuk pengembangan bersama pusat data. Meski begitu, Li menekankan, belum ada transaksi final yang bisa diumumkan ke publik terkait itu.

“Secara umum kami percaya akan ada model-model di sini yang dapat menarik pembiayaan eksternal dalam jumlah besar untuk mendukung proyek pusat data skala besar,” ujar Li.

Meta saat ini tengah membangun dua kluster AI berskala raksasa. Pertama adalah Prometheus di Ohio, yang dijadwalkan beroperasi pada 2026 dan menjadi salah satu superkluster AI pertama dengan daya komputasi 1 gigawatt.

Kluster lainnya, Hyperion di Louisiana, yang diklaim CEO Meta, Mark Zuckerberg, akan memiliki ukuran setara Manhattan dan bisa tumbuh hingga 5 gigawatt dalam beberapa tahun. Selain itu, beberapa kluster titan lain juga tengah dikembangkan secara diam-diam.

Meski begitu, pembangunan pusat data milik Meta tersebut tidak lepas dari kontroversi. Proyek Meta di Newton County, Georgia, dilaporkan menyebabkan krisis air bagi penduduk sekitar akibat besarnya konsumsi air dari fasilitas tersebut.

Selain infrastruktur, Meta menargetkan kompensasi karyawan sebagai penggerak pertumbuhan terbesar kedua. Mereka akan mengalokasikan miliaran dolar untuk merekrut talenta AI terbaik guna bergabung di unit bisnis baru mereka, Superintelligence Labs. (Antara/WS05)

Temukan kami di Google News.