Amnesty International Desak FIFA dan UEFA Larang Klub Israel Berbasis di Palestina

(ilustrasi) Logo FIFA dan UEFA. Foto: Istimewa
(ilustrasi) Logo FIFA dan UEFA. Foto: Istimewa

Amnesty International mendesak FIFA dan UEFA untuk menangguhkan Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA) dari turnamen-turnamen internasional. FIFA dan UEFA diminta melarang klub-klub Israel berbasis di koloni ilegal di Wilayah Pendudukan Palestina (OPT).

Sekretaris Jenderal Amnesty International, Agnes Callamard mengingatkan, timnas Israel tidak boleh dibiarkan bersiap untuk kualifikasi Piala Dunia melawan Norwegia dan Italia. Sementara, terus melakukan genosida terhadap Palestina di Kota Gaza.

“Lebih dari 800 atlet, pemain, dan ofisial jadi bagian dari 65.000 lebih warga yang tewas oleh pasukan Israel dalam aksi yang disengaja untuk menghancurkan, menggusur paksa serta membuat warga sipil kelaparan,” kata Agnes, Kamis (02/10/2025).

Pada saat yang bersamaan, Israel secara brutal memperluas koloni ilegal mereka dan melegitimasi pos-pos ilegal di Tepi Barat sebagai bagian dari pendudukan ilegal mereka di Palestina. Ia menilai, pembicaran Israel merupakan tindakan memalukan.

Sebab, ia mengingatkan, IFA masih membiarkan klub-klub dari koloni ini untuk tetap bertanding di liga mereka, setelah selama puluhan tahun berulang diperingatkan. Sedikitnya, ada 6 klub yang berbasis di daerah-daerah permukiman Palestina.

Bahkan, sampai saat ini mereka masih terus bermain di Liga Israel. Hal itu jelas melanggar hukum internasional dan statufa FIFA, Pasal 64.2 dalam statuta FIFA.

“Asosiasi anggota beserta klub mereka dilarang bermain di wilayah asosiasi anggota lain tanpa persetujuan asosiasi tersebut,” tulis statufa FIFA. (Antara/WS05)

Temukan kami di Google News.