Menteri ESDM periode 2014-2016, Sudirman Said, mengungkap kedekatannya dengan Menkopolhukam 2019-2024, Mahfud MD. Ia menceritakan, nama Mahfud MD sendiri sudah didengarnya sejak Reformasi karena jadi salah satu orang kampus yang ditarik ke Kabinet Persatuan Nasional oleh Presiden Gus Dur.
Tapi, ia menuturkan, secara personal pertemuannya terjadi saat Sudirman menjadi Menteri ESDM dan mengurusi kasus-kasus besar seperti Freeport. Saat itu, Sudirman meminta diaturkan pertemuan dengan Mahfud yang baru saja menyelesaikan tugasnya sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).
“Saya ingat pernyataan pertama dari beliau adalah gini, Pak Dirman sudah terjebak, terjebak jadi orang baik. Jadi, you enggak bisa ngapa-ngapain sudah, harus terus begini dan inilah yang mesti diperjuangkan,” kata Sudirman kepada terusterang.id dan juga ditayangkan dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (15/11/2025).
Sudirman mengaku, pesan dari Mahfud MD itu selalu diulang kepada berbagai teman. Terlebih, ia mengingatkan, saat menangani Freeport dirinya dipepet dari hampir semua sisi. Salah satu yang paling fenomenal ketika Sudirman melaporkan sejumlah Anggota DPR ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.
“Saya kira itu juga memberi semangat, saya langsung kenceng saja soal Papa Minta Saham itu karena saya yakin kan beliau tidak sendirian. Kalau beliau ngambil posisi mendukung proses ini artinya kan banyak orang juga ada di belakang beliau, publik, sangat mengesankan,” ujar Sudirman.
Sudirman mengungkapkan, dirinya turut bersuka cita saat mendengar nama Mahfud MD akan menjadi cawapres Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019. Ia menyayangkan, konfigurasi politik yang terjadi membuat itu tidak terjadi. Setelah itu, Sudirman turut hadir ke kediaman Mahfud untuk menghibur.
“Ternyata takdir mengatakan lain, saya datang ke kediaman beliau di Jogja,” kata Sudirman.
Mahfud menceritakan, saat itu Sudirman datang bersama sahabatnya yang lain, Said Didu, dan memberikan kekuatan agar Mahfud terus berjuang. Terkait pesan tentang sudah terjebak jadi orang baik, Mahfud menyatakan, itu memang menjadi dukungan agar orang baik bisa terus jadi orang baik.
“Ya dong, sudah terlanjur baik, masuk ke sebuah lingkungan kerja yang tidak mudah, banyak mafianya, banyak itunya. Tapi, saya bilang ya harus bertahan di situ karena banyak orang kemudian tenggelam,” ujar Mahfud.
Banyak, lanjut Mahfud, orang-orang yang sekarang menghuni penjara itu sebenarnya berasal dari orang-orang yang dulu berjuang. Namun, mereka masuk ke sebuah lingkungan yang tidak baik, tapi karena mungkin kurang memiliki komitmen yang kuat malah masuk kubangan-kubangan yang kotor.
“Sehingga, dia kemudian ikut tercebur dalam kubangan koruptif. Pak Dirman itu sudah terjebak dengan orang-orang baik kan teman-temannya. Mungkin menurut saya sudah terjebak di situ, kalau menyebrang ke (yang tidak baik) situ malah susah, jadi bertahanlah jadi orang baik,” kata Mahfud. (WS05)
