UNICEF Sebut Ada Lonjakan Mengerikan dari Angka Gizi Buruk Anak di Gaza

Seorang bocah Palestina yang mengalami malnutrisi dan cerebral palsy digendong oleh ibunya di tempat pengungsian di Jalur Gaza, 25 Juli 2025. Foto: Istimewa
Seorang bocah Palestina yang mengalami malnutrisi dan cerebral palsy digendong oleh ibunya di tempat pengungsian di Jalur Gaza, 25 Juli 2025. Foto: Istimewa

Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) menyatakan angka gizi buruk pada anak-anak di Jalur Gaza meningkat dengan laju yang mengkhawatirkan. Data terbaru menunjukkan tingkat malnutrisi akut parah pada anak-anak pada Agustus mencapai level yang belum pernah terjadi.

Dalam siaran pers yang dirilis Kamis (11/09/2025) kemarin, UNICEF melaporkan angka gizi buruk di seluruh Gaza naik menjadi 13,5 persen pada Agustus 2025. Jauh lebih tinggi dibanding 8,3 persen Juli 2025.

Di Kota Gaza, tempat-tempat kelaparan telah dikonfirmasi dengan 19 persen anak-anak yang terpaksa menjalani perawatan ternyata turut menderita gizi buruk parah. Angkanya, naik dari 16 persen pada Juli.

“Ada 1 dari 5 anak di Kota Gaza didiagnosis menderita malnutrisi akut parah pada Agustus dan butuh dukungan gizi darurat untuk menyelamatkan nyawa mereka,” kata Direktur Eksekutif UNICEF, Catherine Russell, dikutip Sabtu (13/09/2025).

Ia menambahkan, meski UNICEF berhasil membawa lebih banyak pasokan ke Jalur Gaza, eskalasi militer Israel yang terus berlangsung memaksa sekitar 10 pusat gizi tutup. Akibatnya, anak-anak semakin rentan.

Russell menegaskan, perlunya perlindungan layanan gizi di Kota Gaza dan di wilayah-wilayah sekitar kota tersebut. Ia mengingatkan, tidak boleh ada anak yang seharusnya menderita gizi buruk di dunia.

“Yang sebenarnya bisa kita cegah dan obati bila akses bantuan tersedia,” ujar Russell. (Antara/WS05)

Temukan kami di Google News.