Selain Peluru tak Terkendali, Ternyata Gus Dur Punya Pemadam Kebakaran di Kabinetnya

Menteri Luar Negeri era Presiden Gus Dur, Alwi Shihab, saat hadir di program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (02/08/2025). Foto: Wahyu Suryana
Menteri Luar Negeri era Presiden Gus Dur, Alwi Shihab, saat hadir di program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (02/08/2025). Foto: Wahyu Suryana

Presiden RI ke-4, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur kerap memberi julukan ke orang-orang terdekatnya. Selain Menteri Pertahanan kala itu, Mahfud MD, yang diberi julukan Peluru tak Terkendali, Menteri Luar Negeri, Alwi Shihab, ternyata mendapat julukan khusus dari Gus Dur.

Hal itu terungkap dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official episode Alwi Shihab. Bermula dari Mahfud MD yang mengungkapkan kedekatannya dengan Alwi Shihab dan Gus Dur di pemerintahan, serta memuji sosok Alwi yang bisa menjadi wajah Indonesia di dunia.

Bacaan Lainnya

“Saya melihat Pak Alwi ini orang hebat, bisa mewakili wajah Indonesia di dunia, dan juga bisa menerjemahkan pernyataan pernyataan Gus Dur yang kontroversial, diambil alih oleh Pak Alwi, artinya dibenarkan, kalau perlu yang mengaku salah itu dia,” kata Mahfud, Sabtu (02/08/2025).

Mahfud menyampaikan, Gus Dur memang kerap memberikan pernyataan-pernyataan yang kontroversial dan menimbulkan pro-kontra. Tapi, ia berpendapat, kerap kali kontroversi itu bukan dikarenakan Gus Dur yang tidak mengerti, tapi malah dilakukan Gus Dur secara sengaja.

“Gus Dur kan sering salah atau kadang kala bukan salah karena tidak mengerti, Gus Dur sengaja kan agak ugal-galan,” ujar Mahfud.

Cerita itu dibenarkan Alwi. Alwi mengungkapkan, pernah satu waktu Gus Dur mendapat berita tentang perlakuan yang diterima TKW-TKW asal Indonesia di Arab Saudi. Ketika ditanyakan oleh wartawan, Gus Dur dengan Santai menjawab kalau orang di sana memang biasa seperti itu.

Apa yang disampaikan Gus Dur langsung menuai kontroversi mengingat itu disampaikan bukan orang biasa, tapi seorang Presiden. Besoknya, lanjut Alwi, Duta Besar Arab Saudi langsung minta waktu untuk bertemu karena Kerajaan Arab Saudi menganggap itu pernyataan yang menyerang.

“Ini Presiden loh yang bicara begini, besoknya Duta Besar minta waktu ke saya, dia bilang bagaimana saya bicara sama Kerajaan bahwa ini Gus Dur langsung menyerang,” kata Alwi.

Akhirnya, Alwi menjelaskan kepada Duta Besar Saudi kalau apa yang disampaikan Gus Dur itu tidak bersifat khusus, tapi umum. Artinya, tidak hanya orang-orang di Timur Tengah, tapi di Hongkong, bahkan di Indonesia banyak majikan-majikan yang berlaku kejam ke pegawainya.

“Jadi, itu bukan spesifik Saudi Arabia atau negara Arab, terus kata Gus Dur memang kamu ini blangwir saya, pemadam kebakaran, luar biasa,” ujar Alwi mengenang perkataan Gus Dur. (WS05)

Temukan kami di Google News.