Cerita Gus Dur Soal Suami-Istri Yahudi yang Ternyata Berisi Pesan Mendalam

Presiden Indonesia, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur bersama Presiden Amerika Serikat (AS), Bill Clinton, di Gedung Putih, Washington DC, 12 November 1999.
Presiden Indonesia, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur bersama Presiden Amerika Serikat (AS), Bill Clinton, di Gedung Putih, Washington DC, 12 November 1999.

Menteri Pertahanan era Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Mahfud MD, mengenang sosok Gus Dur yang memang dikenal dengan guyonan-guyonan. Namun, ia menekankan, gurauan-gurauan yang dikeluarkan Gus Dur kadang mengadung pesan.

“Kadang kala pesan, kalau Gus Dur bergurau ada pesannya, seperti ketika dia bercerita orang Yahudi yang suami-istri bertengkar,” kata Mahfud dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, episode Menteri Luar Negeri era Gus Dur, Alwi Shihab, Sabtu (02/08/2025).

Bacaan Lainnya

Gus Dur bercerita tentang seorang suami beragama Yahudi yang mendatangi seorang Rabbi, mengadu ingin menceraikan istrinya karena sudah kurang ajar. Setelah mendengar itu, Sang Rabbi menyatakan kalau suami itu benar, dan orang itu datang ke istrinya menceritakan itu.

Setelah itu, lanjut Mahfud, giliran istrinya yang mendatangi Rabbi menyatakan kalau dirinya tidak salah. Kemudian, Sang Rabbi menyatakan kalau istri itu benar, dan malah membuatnya marah karena Sang Rabbi tidak menyatakan siapa yang benar, tapi malah keduanya benar.

“Kok semua orang dibilang benar, ini benar, ini benar, kamu sebagai Rabbi salah itu, kata Rabbi kamu juga benar, jadi benar semua. Jadi, apa pesannya, Pak Mahfud jadi orang itu harus punya pendirian, yang tegas, mana yang benar, mana yang salah,” ujar Mahfud.

Kadang, Mahfud mengingatkan, di pidato-pidato resmi kenegaraan sekalipun, Gus Dur tidak ragu mengeluarkan gurauan-gurauan. Termasuk, saat Gus Dur menemui tokoh-tokoh dunia seperti Presiden AS, Bill Clinton, atau Grand Syekh Al Azhar, Muhammad Sayyed Tantawi.

Saat menjadi Menteri Pertahanan, Mahfud sempat ikut saat Gus Dur melakukan kunjungan kenegaraan ke Mesir, didampingi Menteri Luar Negeri, Alwi Shihab. Saat itu, gurauan-gurauan Gus Dur ternyata membuat tidak hanya Alwi, tapi Syekh Tantawi tertawa terbahak-bahak.

Sayangnya, Mahfud yang juga bisa ber-Bahasa Arab tidak mengerti apa yang dibicarakan karena yang digunakan Gus Dur merupakan bahasa harian atau bahasa pasar. Artinya, Gus Dur bukan hanya mampu berbahasa atau bercanda menggunakan Bahasa Arab yang baku atau terstruktur.

“Bahasa Arab gurau-gurau yang pasaran itu, Pak Alwi, Gus Dur, bertiga itu tertawa terbahak-bahak. Artinya, dengan begitu-begitu Gus Dur itu lancar saja bergurau, saya mengerti, saya melihatnya, meskipun saya tidak bisa ikut nimbrung karena bahasa sehari-hari,” kata Mahfud.

Cerita itu langsung dikonfirmasi Alwi yang ikut kunjungan itu dan mengenang gurauan-gurauan yang disampaikan Gus Dur. Bahkan, Alwi menambahkan, saking lucunya gurauan Gus Dur itu sampai membuat Syekh Tantawi menyatakan tidak berani membawa gurauan itu ke luar.

“Saya ingat itu, ada jokes yang disampaikan oleh Gus Dur itu kata Syekh Azhar ini saya tidak berani menyampaikan ke orang lain, begitu lucunya dia tertawa, dia bilang saya menikmati jokesnya, tapi saya tidak berani ke yang lain,” ujar Alwi. (WS05)

Temukan kami di Google News.