Datangi Menko Polhukam, KSPI Rembugan Omnibus Law Cipta Kerja

KSPI dan Menko polhukam
Presiden KSPI Said Iqbal diskusi dengan Menko Polhukam Mahfud MD tentang Omnibus Law Cipta Kerja. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews.com – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyambangi kantor Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD untuk membahas Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

Dalam agenda itu, para elemen buruh ingin agar pemerintah membuka ruang rembugan lagi dengan mereka sebelum RUU tersebut disahkan di DPR RI.

Bacaan Lainnya

“Kami menyampaikan beberapa hal, pertama kita minta RUU Cipta Kerja ini didiskusikan ulang. Terutama dengan buruh,” kata Presiden KSPI Said Iqbal di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (26/02/2020).

Dalam pertemuan ini, hadir Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, serta perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Said menyatakan, elemen buruh selama ini menilai, proses pembuatan draft RUU Cipta Kerja selama ini berlangsung tertutup, tidak melibatkan partisipasi publik.

Dia ingin, tujuan utama RUU Cipta Kerja ini tercapai. Yakni selain mengundang investasi datang, sekaligus menjaga kesejahteraan para buruh.

“Presiden juga ingin melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam proses pembuatan RUU Cipta Kerja. Kita ingin ada ‘public hearing‘, uji publik, dan jangan ada penumpang gelap,” tandasnya.

Usai bertemu dengan Mahfud MD, Said menyebut, RUU Cipta Kerja masih dapat berubah karena masih berupa draf rancangan undang-undang.

“Kata Pak Mahfud bisa berubah, kan masih RUU. Bisa berubahnya itu bisa saja pasalnya yang berubah, yang kedua mungkin juga ada yang kita belum memahami karena belum kuat bacaannya. Berarti, kurang memahami dan bacaannya belum sama, ya, disamakan dulu saja persepsinya,” terang Said.

Mahfud, kata Said menyampaikan, apa yang diutarakan KSPI bakalan menjadi bahan pertimbangan pemerintah.

“Oleh karena itu, beliau meminta pejabat eselon terkait yang hadir dan Mendag untuk mencatat dan mendiskusikan ulang apa yang telah disampaikan serikat buruh,” tandasnya.

Kemudian kata Said, Mahfud juga meminta para buruh menyampaikan aspirasi mereka ke legislatif.

“Kita teman-teman buruh diminta terus memberi masukan juga ke DPR,” pungkas Said. (FMM)

Temukan kami di Google News.