Jawa Tengah Jaga Busana Adat Setiap Hari Kamis

pakaian adat
Pegawai di Pemprov Jawa Tengah saat mengenakan busana adat Jawa saat bekerja. [foto : twitter/humasjateng]

Inisiatifnews – Humas Pemprov Jawa Tengah mengumumkan bahwa mulai hari ini tanggal 1 Agustus, setiap hari Kamis akan ditetapkan sebagai hari berbusana daerah Jawa Tengah bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

ā€œAda suasana yang menyenangkan di lingkungan Pemprov Jateng hari ini. Tahu ada apa? 😁 Yups…..mulai 1 Agustus ini, seluruh ASN diwajibkan mengenakan baju adat Jawa setiap Hari Kamis,ā€ tulis @humasjateng, Kamis (1/8/2019).

Tidak hanya busana adat jawa tengah saja, Pemprov di bawah kepemimpinan Ganjar Pranowo dan Gus Taj Yasin tersebut juga memberlakukan bagi seluruh ASN di lingkungan Pemprov Jateng untuk mengenakan pakaian adat nasional di hari Kamis pekan akhir.

ā€œDan Kamis pekan terakhir mengenakan adat nasional,ā€ imbuhnya.

Tujuan penetapan kebijakan berbusana daerah tersebut dilakukan untuk menjaga budaya nusantara dan menjaga nasionalisme bagi seluruh pegawai negerinya.

ā€œMari tingkatkan semangat nasionalisme,ā€ serunya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pernah menyampaikan rencana tersebut.

ā€œJadi, setiap Kamis minggu pertama, kedua dan ketiga mengenakan busana daerah Jawa, Kamis minggu terakhir menggunakan busana adat nusantara,ā€ kata Ganjar, Selasa (23/7/2019).

Yang dimaksud busana adat Nasional adalah semua pakaian adat dari seluruh daerah di Indonesia.

Menurut Ganjar semua busana adat daerah di Indonesia bagus dan harus dilestarikan. Ia menentang jika ada yang berpandangan negatif pada busana adat tertentu.

ā€œKalau Pak Sekda mau pakai koteka, tidak masalah. Kalau ada yang menganggap saru, itu persepsi atau pikiran, padahal koteka itu kekayaan budaya bangsa Indonesia,ā€ katanya.

Menurut Ganjar, penggunaan pakaian adat akhir-akhir ini kembali digaungkan dan ramai di sosial media. Baginya hal itu diperlukan dalam rangka pengenalan, pembinaan, dan pengembangan kebudayaan nasional, serta untuk melestarikan kebudayaan Jateng.