Kenang Guru Bangsa, Mahfud MD & Rieke Diah Ziarah ke Makam Gus Dur

Inisiatifnews – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Tebiureng, Jombang, Jawa Timur. Selain menjadi pembicara pada seminar yang membahas Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS), Mahfud juga menyempatkan diri ziarah ke makam Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’arie dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini hadir bersama sejumlah tokoh dalam seminar tersebut. Seperti anggota Komnas Perempuan Naho’i dan anggota DPR Rieke Dyah Pitaloka.

Bacaan Lainnya

“Bersyukur pagi ini saya sempat hadir pada Seminar tentang RUU PKS bersama anggota Komnas Perempuan Naho’i dan anggota DPR Rieke Dyah Pitaloka di Ponpes Tebuireng Jombang. Syukur juga saya sempat berziarah ke makam Gus Dur di kompleks Ponpes ternama itu. Selanjutnya siap terbang ke Singapore,” kicau Mahfud lewat akun twitternya @mohmahfudnmd Kamis (02/05/2019).

Mahfud menyertakan dua foto. Pertama menampilkan ia tengah berseminar dan kedua foto ia berdoa di Kompleks Pemakaman masayikh Nahdlatul Ulama (NU) ini.

Selain Mahfud, Rieke juga bersimpuh di depan pusara Gus Dur. Politikus PDI Perjuangan yang berkerudung putih ini nampak khusuk dan meneteskan air mata berdoa di depan makam. Bagi Rieke, Gus Dur memang sangat istimewa. Seorang sahabat, guru, sekaligus orang tua.

“Gus Dur adalah orang yang pertama kali membawa saya ke kancah politik. Gus Dur yang mengajarkan saya politik kemanusiaan. Bahwa di dalam politik itu yang menjadi landasan dan tujuan kita adalah menegakkan keadilan serta kemanusiaan,” ujar Rieke.

Sebelum berziarah ke kompleks pemakaman yang terletak di bagian belakang ponpes ini, Rieke juga menjadi narasumber Seminal Nasional tentang RUU PKS di Aula KH Yusuf Hasyim Tebuireng.

Ia juga sempat curhat panjang lebar mengenai perjalanan politiknya bersama Gus Dur. Saat Gus Dur masih hidup, hampir setiap Jumat, Rieke, Franky Sahilatua, Ki Slamet Gundono selalu berkumpul di kantor PBNU.

“Saya juga pernah menemani Gus Dur saat cuci darah. Dalam ruangan itu hanya ada saya Prof.Mahfud serta Gus Dur sendiri. Pak Mahfud pasti masih ingat,” cerita Rieke sembari menatap Mahfud MD yang duduk di kursi narasumber.

Sejak Gus Dur wafat, dirinya sebenarnya tidak pernah mau melihat makam mantan Ketua Umum PBNU tersebut. Rieke juga tidak hadir saat Gus Dur dimakamkan. “Alasannya karena saya selalu ingin merasakan Gus Dur masih hidup. Gus Dur adalah guru saya, beliau sahabat saya, beliau orang tua saya,” ujar Rieke.

Gus Dur mengajarkan banyak hal kepadanya. Termasuk fungsi hukum yang pertama adalah mengorganisir tanggungjawab, buka untuk menakut-nakuti masyarakat. “Dan saya kira itulah inti sari filsafat hukum. Orientasi hukum bukan pada sanksi, tapi tanggungjawab. Gus Dur lah yang mengajarkan itu kepada saya,” ceritanya. (FMV)

Temukan kami di Google News.