Tak Ada Luka, Kopda Muslimin Diduga Tewas Akibat Keracunan

kopda muslimin
Anggota Batalyon Artileri Pertahanan Udara 15/DBY, Semarang, Jawa Tengah, Kopda Muslimin.

Inisiatifnews.com – Komandan Pomdam IV Diponegoro, Kolonel CPM Rinoso Budi mengungkapkan, bahwa hasil autopsi jenazah Kopda Muslimin sementara masih diketahui bahwa kematiannya akibat keracunan.

Hal ini karena berdasarkan laporan hasil autopsi, tidak menemukan luka akibat kekerasan, baik benda tajam maupun tumpul.

Bacaan Lainnya

“Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan luka akibat kekerasan tajam atau tumpul. Dari pemeriksaan dalam, didapatkan tanda mati lemas yang diduga oleh karena penyakit pada otak atau keracunan,” kata Rinoso, Kamis (28/7).

Namun, ia menyampaikan masih diperlukan pemeriksaan penunjang berupa patologi anatomi untuk memastikan penyebab kematian Kopda Muslimin.

Menurutnya, proses pemeriksaan patologi anatomi akan memakan waktu sekitar dua hingga empat minggu.

Selain itu, kata Rinoso, diperlukan juga pemeriksaan laboratorium toksikologi untuk memastikan penyebab kematian Kopda Muslimin.

“Jadi tidak bisa sekarang,” ujar Rinoso.

Saat ini, jasad Kopda Muslimin diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang. Ia dibawa dari rumah orang tuanya yang ada di Kelurahan Trompo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pagi tadi.

Kopda Muslimin sebelumnya diduga menjadi otak pembunuhan berencana sang istri di Semarang. Ia disebut membayar orang suruhannya untuk menjadi eksekutor sekitar Rp120 juta.

Temukan kami di Google News.