Serikat Pekerja Minta ANTARA Jujur Soal COVID-19

Walikota Jakarta Pusat bersama dengan Disnakertrans DKI Jakarta tengah melakukan sidak di Kantor LKBN ANTARA pada hari Senin 10 Agustus 2020. [foto : Abdul Gofur]

Inisiatifnews.com – Ketua Umum Serikat Pekerja ANTARA (SP Antara), Abdul Gofur kecewa dengan sikap manajemen Perum LKBN ANTARA yang tidak jujur terkait dengan kondisi karyawan dan COVID-19 di lingkungan kantor berita tersebut.

Ketidakjujuran itu kata Gofur terkait dengan klaim manajemen LKBN ANTARA yang menyebut bahwa seluruh karyawan di lingkungan perusahaan plat merah tersebut telah dilakukan rapid test dan swab test, padahal faktanya menurut Gofur tidak demikian.

Bacaan Lainnya

“Kami kecewa kepada manajemen Perum LKBN Antara yang memberikan pernyataan bahwa seluruh karyawan telah dilakukan tes rapid dan swab, faktanya masih sangat banyak karyawan yang belum diikutkan tes rapid dan kami tidak pernah mendapat kabar adanya karyawan yang diikutkan tes swab dari perusahaan,” kata Gofur dalam siaran persnya kepada Inisiatifnews.com, Selasa (11/8/2020).

Sementara mayoritas karyawan di ANTARA melakukan rapid test maupun swab test tidak dari kantor mereka, melainkan ada yang ikut dalam program kesehatan lembaga negara dan perusahaan BUMN lainnya.

“Adapun tes swab yang dijalani oleh teman teman kami dilakukan secara mandiri, dan ada yang ikut program tes swab yang digelar oleh beberapa lembaga Negara serta perusahaan BUMN seperti lembaga perbankan yang berada di bawah Kementerian BUMN,” ujarnya.

Di sisi lain, Gofur juga kecewa dengan sikap LKBN ANTARA yang terkesan abai terhadap karyawan mereka. Dijelaskan Gofur, karyawan yang tengah terpapar COVID-19 hanya diberikan ijin cuti saja, tanpa ada perhatian lainnya dari perusahaan.

“Kami sangat prihatin kepada teman-teman kami yang terpapar Covid-19 yang hanya diberikan izin cuti untuk isolasi mandiri di rumah tanpa diberikan obat-obatan yang diperlukan, dan juga vitamin serta kebutuhan pokok kepada mereka dan keluarganya,” jelasnya.

Selain itu, Abdul Gofur juga menyebut bahwa manajemen LKBN ANTARA juga tidak jujur saat kantor mereka disidak oleh Walikota Jakarta Pusat dan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta, bahwa para karyawan yang terkena COVID-19 sudah lama tidak masuk kantor. Faktanya menurut Gofur juga tidak demikian adanya.

“Kami juga prihatin dengan pernyataan manajemen kepada jajaran walikota dan media yang ikut melakukan sidak ke Antara pada Senin siang 10 Agustus 2020, bahwa kelima orang karyawan yang positif Covid-19 sudah lama tidak datang ke kantor, padahal data yang kami himpun, bahwa kelima karyawan tersebut pekan lalu masih bekerja seperti biasa ke kantor dan berinteraksi dengan karyawan lainnya,” terangnya.

Oleh karena itu, Gofur pun meminta agar manajemen LKBN ANTARA jujur saja dengan kondisi yang ada. Bukan malah mencoba untuk menutup-nutupi fakta yang justru akan membuat citra kantor berita nasional itu semakin terpuruk.

“Kami dari Serikat Pekerja Antara berharap dan meminta kepada manajemen Antara untuk jujur dan lebih peduli terhadap kesehatan seluruh karyawan Antara, terutama kepada teman-teman kami yang positif terinfeksi Covid-19,” tegasnya.

Dan ia juga meminta agar LKBN ANTARA memberikan perhatian kepada karyawan mereka yang terkan COVID-19 agar segera sembuh dari penyakitnya.

“Kami juga meminta kepada manajemen Perum LKBN Antara agar lebih serius membantu proses penyembuhan mereka dengan memberikan fasilitas isolasi mandiri yang layak agar tidak menulari keluarganya di rumah, serta memberikan kebutuhan pokok mereka, seperti kebutuhan pangan terutama obat-obatan dan vitamin untuk membantu kesembuhan mereka,” tandasnya.

Terakhir, Gofur juga meminta agar setelah persoalan ini ditindaklanjuti, agar ada keseriusan dari manajemen untuk menjalankan protokol kesehatan sesuai dengan kebijakan dan arahan dari pemerintah.

“Setelah kejadian ini kami berharap manajemen Perum LKBN Antara lebih patuh dan serius menjalani protokol covid yang telah ditetapkan oleh pemerintah jika ingin tetap menjalankan aktifitas bekerja di kantor bagi karyawan, agar tidak ada lagi karyawan yang terpapar Covid-19 di Perum LKBN Antara,” tutupnya. [RED]

Temukan kami di Google News.