Menteri PPPA Dorong Lansia Dapat Perhatian Khusus Hadapi COVID-19 dan New Normal

I Gusti Ayu Bintang Darmawati
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati. [foto : pnm.co.id]

Inisiatifnews.com – Salah satu kelompok masyarakat yang sangat terdampak dalam situasi pandemi COVID-19 adalah mereka yang berusia lanjut alias lansia (lanjut usia). Dan kelompok masyarakat dengan kategori itu seharusnya mendapatkan perhatian serius juga dari pemerintah.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga. Ia mengatakan bahwa para lanjut usia perlu mendapatkan perhatian khusus agar tetap sehat dalam tatanan kehidupan normal baru yang dijalani.

“Walau persentase pasien positif COVID-19 dan dirawat tidak terlalu tinggi, tetapi jumlah kematian lanjut usia merupakan yang tertinggi dibandingkan kelompok usia lainnya, yaitu 43,7 persen,” kata Bintang dalam dalam seminar daring yang diadakan dalam rangka Hari Lanjut Usia di Jakarta, Senin (22/6/2020).

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terdapat dua kelompok yang memiliki kerentanan lebih tinggi untuk terinfeksi COVID-19 dengan lebih parah, yaitu lanjut usia dan orang-orang dengan penyakit bawaan, seperti jantung, diabetes melitus, penyakit pernafasan kronis, dan kanker.

Sementara itu, risiko penyakit semakin meningkat seiring dengan pertambahan usia. Karena itu, Bintang mengatakan lanjut usia sangat rentan tertular COVID-19 dengan kondisi yang lebih parah, bahkan meninggal dunia.

“Karena itu, perlu kerja sama dan dukungan berbagai pihak, terutama keluarga, untuk memastikan pelindungan terhadap lanjut usia pada masa pandemi dan tatanan normal baru,” tuturnya.

Beberapa hal yang perlu dilakukan, antara lain menjaga para lanjut usia untuk tetap sehat dan bugar di rumah; melakukan identifikasi terhadap lanjut usia dengan anggota keluarga yang terdampak, seperti dirawat, diisolasi, atau meninggal; melindungi para lanjut usia dari kekerasan; dan memperhatikan lanjut usia yang hidup sendiri atau tinggal di panti.

“Kami telah membentuk pelindungan lanjut usia yang responsif gender dan Gerakan Sayang Lansia yang mencakup berbagai seminar dan sosialisasi terkait lanjut usia,” ujarnya. [REL]

Temukan kami di Google News.