Uki Harap Tukang Kritik Tak Anti Counter Narrative

Uki
Dedek Prayudi.

Inisiatifnews.com – Mantan juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi menilai banyak kalangan yang mengatasnamakan penyampai kritik justru tidak menjelaskan kritikannya secara baik. Bahkan cenderung mengarah kepada hal lain seperti halnya sekedar ingin menjatuhkan seseorang karena rendahnya substansi yang disampaikan.

“Kadang bukan kabur substansi kritiknya, kadang memang tidak substantif bahkan terlalu non-substansial untuk disebut kritik,” kata pria yang karib disapa Uki itu, Minggu (31/5/2020).

Bacaan Lainnya

Kicauan Uki ini untuk menjawab postingan pakar hukum tata negara yang sekaligus dosen di Universitas Atmajaya, Refly Harun. Di mana ia menyampaikan bahwa seorang pemimpin yang dewasa itu harus bisa mendengar kritik, baik yang sifatnya membangun maupun yang menjatuhkan.

“Seperti yang abang bilang, memang cuma ingin menjatuhkan, tak ada nilai teknokratiknya,” tuturnya.

Kemudian, peneliti muda yang juga alumni Stockholm University tersebut berharap siapapun yang menyampaikan narasinya dan diklaim sebagai sebuah kritikan agar tidak alergi dengan kritikan yang diarahkan kepadanya pula.

“Yang kritik jangan juga anti counter narrative, kan demokrasi,” tegasnya.

Refly Harun mengicaukan sebuah statemen untuk memberikan masukan kepada pemerintah agar tidak melakukan serangan balik kepada para pengkritik sehingga konteks kritikannya malah tidak jelas substansinya.

“Pemimpin yang dewasa itu mendengar krritik, baik yg membangun maupun yg menjatuhkan. Bukan yang segera bereaksi untuk menyerang balik, atau membiarkan bawahan atau orang2 yg mengatasnamakan dirinya menyerang balik. Kabur substansi kritiknya,” tulis @ReflyHZ, Sabtu (30/5) kemarin. []

Temukan kami di Google News.