Kapolri dan Menhan Diminta Segera Bersikap Soal Tewasnya Polisi di Tangan TNI

TNI dan Polri.

Inisiatifnews.com Pengamat dari Universitas Presiden, Muhammad AS Hikam menyayangkan adanya penembakan oleh aparat TNI terhadap anggota Polri di Papua.

“Kalau terjadi konflik antar aparat keamanan RI dengan teroris separatis Papua, bahkan dalam bentuk konflik bersenjata, itu hal yang wajar,” kata Hikam dalam siaran persnya yang diterima Inisiatifnews.com, Minggu (12/4/2020).

Bacaan Lainnya

Bahkan menurutnya, peristiwa tersebut sangat tidak wajar dan sangat mengkhawatirkan.

“Tetapi kalau terjadi konflik antar anggota TNI VS Polri dan sampai ada korban yang meninggal dunia, itu sama sekali hal yang tak bisa disebut wajar. Bahkan sangat mengkhawatirkan dan tragis,” tambahnya.

Menteri di era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu pun memandang, konflik semacam itu justru akan memperburuk citra kedua institusi keamanan negara tersebut.

“Bagaimanapun juga konflik antara anggota TNI VS Polri tersebut akan berpengaruh negatif terhadal citra, soliditas, dan sinergi antar komponen pertahanan dan keamanan RI,” tuturnya.

Oleh karena itu, Hikam meminta agar ada sikap tegas dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis terkait dengan persoalan besar itu.

“Menhan dan Kapolri harus merespon dengan tegas dan tak tebang pilih,” tegasnya.

Perlu diketahui, bahwa dikabarkan ada tiga anggota Kepolisian Republik Indonesia tewas setelah tertembak dalam keributan dengan seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia di Memberamo Raya, Papua.

Menurut Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Papua, Kompol Anton Ampang, bentrok antar prajurit TNI dan anggota Polri itu terjadi sekitar pukul 07.40 WIT pagi tadi.

Menurut Anton bentrokan yang terjadi di pertigaan Jalan Pemda I Kampung Kasonaweja Distrik Mamberamo Tengah Kabupaten Mamberamo Raya itu karena kesalahpahaman antara oknum anggota Satgas Pamrahwan Yonif 755/20/3-Kostrad dengan anggota Polres Mamberamo Raya.

“Akibat kesalahpahaman tersebut 3 orang anggota Polri meninggal dunia, Briptu Marcelino Rumaikewi, Briptu Alexander Ndun dan Bripda Yosias mengalami luka tembak di leher dan dada sebelah kiri dan Paha bagian kiri,” kata Anton Ampang melalui keterangan resminya, Minggu 12 April 2020.

Selain menewaskan tiga anggota Polri, baku tembak antar oknum aparat itu juga melukai dua orang anggota Polri lainnya. Mereka adalah, Bripka Alva Titaley anggota Reskrim Polsek Mamteng yang mengalami luka tembak pada paha kiri sebanyak 1 kali dan Brigpol Robert Marien anggota SPKT yang mengalami luka tembak pada punggung belakang sebanyak 3 kali. []

Temukan kami di Google News.