Sekjen PMI: Pendidikan & Teknologi Perkuat Gerakan Kepalangmerahan

Sudirman Said
Sekjen PMI, Sudirman Said. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews – Pendidikan dan teknologi berperan penting dalam dunia kepalangmerahan. Pasalnya pendidikan akan memperkuat tiga hal, yakni pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Sedang teknologi memungkinkan kecepatan, produktivitas, dan efisiensi layanan kemanusiaan,” kata Sudirman Said, Sekjen Palang Merah Indonesia (PMI) pada acara serah terima jabatan Direktur Akademi Bakti Kemanusiaan (ABK) dari Meilani Jafar ke Diana Novita di Kampus ABK, Jakarta, Jumat (07/02/2020).

Bacaan Lainnya

Sudirman mengungkapkan, PMI akan meningkatkan kualitas lembaga pendidikan yang ada di bawahnya unt7k menghasilkan SDM yang unggul. Salah satunya dalam bidang transfusi darah.

“Ke depan ABK harus diperkuat dan meningkat menjadi politeknik agar lebih banyak program yang bisa diajarkan terkait kepalangmerahan,” sambungnya.

Sudirman juga berharap, lembaga pendidikan seperti ABK dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia. Karena SDM dalam bidang transfusi darah sangat dibutuhkan, baik untuk PMI sendiri maupun rumah sakit-rumah sakit di seluruh Indonesia.

“Ada gap antara jumlah lulusan lembaga vokasi, seperti ABK dengan kebutuhan dunia kerja. Kebutuhan tenaga terampil lulusan lembaga pendidikan vokasi masih sangat besar. Karenanya lembaga seperti ABK harus dikembangkan di daerah-daerah lainnya,” urai Sudirman.

ABK PMI Jakarta adalah lembaga pendidilan vokasi kesehatan setara Diploma 3. Selain di Jakarta, lembaga pendidikan serupa ABK saat ini ada Yogyakarta, Semarang, Solo, dan Sulawesi. Seluruh lulusan akademi ini terserap, baik untuk PMI maupun rumah sakit.

Sejak berubah dari D1 ke D3 tahun 2016, ABK PMI Jakarta baru meluluskan 40 orang. Namun ketika masih D1 jumlah lulusannya mencapai 1800 orang lebih.

“Saya berharap ABK Jakarta bisa jadi role model atau percontohan bagi daerah lain yang ingin mendirikan lembaga pendidikan serupa,” tandasnya. (FMM)

Temukan kami di Google News.