Teroris Ngarep Surga, Ryamizard : Surga Dari Hongkong?

Ryamizard Ryacudu
Eks Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Menteri Pertahanan Indonesia di Kabinet Indonesia Kerja, Ryamizard Ryacudu tak habis pikir dengan pola pikir para pelaku teror bom bunuh diri yang mengharapkan surga serta bidadari sebagai balasan atas tindakan terorismenya itu.

Ditambah lagi, pada beberapa kasus, ada sejumlah pelaku yang nekat membawa serta anak kandungnya untuk melakukan aksi teror. Seperti yang terjadi di Surabaya beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

“Soal radikalisme dan bom-boman itu. Saya katakan bahwa harimau saja tidak pernah gigit anaknya. Tapi dia malah bawa anaknya mati bersama. Kenapa mereka bisa begitu? Karena mindsetnya diubah,” kata Ryamizard di Lemhanas, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11/2019).

Bagi jenderal purnawirawan TNI itu, ilusi yang diterima para teroris terlalu berlebihan. Padahal menurut kepercayaan agama yang ada, bunuh diri justru perbuatan keji dan dibenci Tuhan, apalagi sampai membunuh orang lain yang tak berdosa.

“Katanya masuk surga, surga dari Hongkong. Yang namanya bunuh diri pasti tidak masuk surga. Apalagi membunuh orang. Belajar Islam yang bener lah,” imbau dia.

Dalam hidup berbangsa dan bernegara, sejatinya perdamaian dan silaturahmi menjadi prioritas utama. Apalagi menjaga silaturahmi, kata Ryamizard, adalah perintah Tuhan.

“Mari jaga persatuan dan kerukunan kita agar silaturahmi kita tetap terjaga dan silaturahmi itu adalah perintah Allah SWT. Dan barang siapa tidak menjaga silaturrahmi maka Tuhan tidak akan memberikan rahmat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ryamizard juga mengingatkan bahwa Pancasila adalah ideologi dan karakter bangsa Indonesia yang tidak bisa diganggu-gugat. Pancasila sebagai ideologi, sudah final.

“Saya ingin ingatkan kembali bahwa Pancasila dan NKRI adalah pondasi bangsa dan sudah final dan tidak perlu diperdebatkan lagi,” ujarnya.

Kehancuran Indonesia sebagai negara, juga dikatakan Ryamizard bisa terjadi jika ideologi Pancasila runtuh.

“Hilangnya Pancasila adalah hilangnya negara ini,” tegasnya. [INI/NOE]

Temukan kami di Google News.