Dedek Prayudi: Pancasila Tidak Untuk Menangkan Agama Tertentu

Pancasila
Ilustrasi garuda Pancasila.

Inisiatifnews – Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi menyampaikan bahwa saat ini politik identitas masih mewarnai situasi politik nasional. Dimana ada kelompok yang mengklaim dengan agama tertentu melakukan manipulasi Sila Pertama di Pancasila sedemikian rupa untuk melegitimasi arogansi identitas agama tertentu.

“Bicara politik identitas dan agama, sering terjadi manipulasi sila pertama Ketuhanana YME. Banyak orang-orang di luaran sana ingin mengakui agamanya didominasi dan merasa mendapat backup dari Sila Pertama itu,” kata Dedek dalam acara HUT 23 PRD di Tebet Dalam, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019).

Bacaan Lainnya

Padahal menurutnya, Sila Pertama tidak boleh dijadikan alat untuk meng-eklusifkan identitas agama tertentu. Karena baginya Pancasila di Sila Pertama itu untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia pemeluk agama, sementara di Indonesia yang memegang paham dan ideologi Pancasila mengakui 6 agama yakni Islam, Kristen, Protestan, Hindu, Budha, Konghochu.

“Pancasila tidak memenangkan agama tertentu karena populasinya lebih banyak,” tegasnya.

Dedek Prayudi
Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi saat diskusi di kantor KPP Partai Rakyat Demokratik (PRD) Tebet Dalam, Jakarta Selatan. [foto : Inisiatifnews]

Terlebih lagi, Dedek Prayudi juga menegaskan bahwa Indonesia adalah negara plural yang tidak mendiskreditkan maupun mengeklusifkan agama, suku, ras maupun golongan tertentu. Karena perbedaan yang sudah menjadi keniscayaan itu tidak boleh dikotak-kotakkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Di Indonesia itu negara plural. Bahwa siapapun kamu apapun identitas kamu, suku kamu, agama kamu, maka kamu dan saya serta kita adalah satu bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Maka dari itu, pria yang karib disapa Uki ini menyampaikan bahwa pengamalan Pancasila harus benar-benar dijalankan dengan benar dan sesuai harapan para founding fathers atau para pendiri bangsa Indonesia.

Oleh karenanya, Uki memandang bahwa Pancasila bukan hanya sekedar dimaknai sebagai pijakan bangsa Indonesia dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara saja, melainkan menjadikan Pancasila sebagai langit-langit rumah sehingga tetap menjadi pelindung diri dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya dalam melindungi paham-paham asing.

“Pancasila itu bukan hanya sekesar pijakan tapi langit-langit rumah,” ujarnya.

Selain itu, Uki juga berpendapat bahwa Pancasila tidak bisa dijalankan satu per satu, melainkan dijalankan secara bersamaan. Bahkan menurut Uki, pengamalan Pancasila memiliki ketergantungan dan keterikatan antara sila satu dengan sila yang lainnya.

“Dan setiap sila di Pancasila bisa menjadi penyebab satu sama lain, misal kesejahteraan jika tidak terwujud maka mudah dipecah belah. Kemanusiaan adil dan beradab tidak mampu kita wujudkan maka sila ketiga dan kelima juga tidak bisa terwujud,” pungkasnya. []

Temukan kami di Google News.