Habib Rizieq Tak Ikhlas Prabowo-Sandi Bertemu dengan Jokowi-Maruf

rizieq shihab
Habib Muhammad Rizieq bin Shjhab. [istimewa]

Inisiatifnews – Proses perhitungan surat suara berjengjang masih dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilu. Sayangnya, klaim demi klaim masih terus dilakukan oleh salah satu pihak pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden tertentu sehingga membuat asumsi liar tentang siapa yang menjadi pemenang dalam Pemilu ini terus terjadi.

Berbagai pihak mencoba memberikan saran agar kedua kubu baik Capres-Cawapres nomor urut 01 Jokowi-Maruf maupun pasangan Capres-Cawapres 02 Prabowo-Sandi untuk menggelar pertemuan untuk membuat masyarakat lebih adem dan bersama-sama menunggu hasil real count dari KPU secara resmi nanti.

Bacaan Lainnya

Sayangnya, muncul video dari Habib Muhammad Rizieq bin Shihab untuk menginteruksikan agar pihak Prabowo Subianto maupun Sandiaga Salahuddin Uno tidak melakukan pertemuan apapun dengan pihak Joko Widodo dan KH Maruf Amin.

“Saya amanatkan kepada Prabowo-Sandi maupun kepada seluruh partai koalisi untuk tidak melakukan pertemuan dalam bentuk apapun, apalagi melakukan deal-deal dengan partai-partai koalisi rezim yang melakukan kecurangan di berbagai daerah,” kata Rizieq dalam video yang diunggahnya di channel Front TV, Minggu (21/4/2019).

Namun Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu mengizinkan pertemuan tersebut ketika pihak Jokowi-Maruf mengakui kekalahannya.

“Kecuali kalau mereka datang untuk mengakui kemenangan Prabowo-Sandi. Kecuali kalau mereka menghentikan segala bentuk kecurangan dan ikut bersama kita untuk mengawal hasil pemilu yang jujur dan adil,” tegasnya.

Bagi Rizieq, kubu Jokowi-Maruf adalah kelompok yang dzolim dan menjadi penjahat demokrasi.

“Sekali lagi, jangan melakukan pertemuan apapun dengan mereka-mereka yang telah menjadi penjahat demokrasi, karena mereka melakukan kecurangan secara masif, struktural, dan sistematis,” paparnya.

Sementara itu, Rizieq juga menggemborkan data yang menjadi rujukan Prabowo-Sandi menang dalam Pilpres 2019, dimana melalui Badan Pemenangan Nasional (BPN) mereka sudah berhasil mengumpulkan data C1 dari 320 ribu TPS yang ada.

“Saya ingin menyampaikan bahwa deklarasi kemenangan yang dilakukan Prabowo-Sandi bersama partai koalisinya sudah sangat tepat, logis, realistis, dan argumentatif,” ujarnya.

“Sebab, pertama saat itu Badan Pemenangan Nasional (BPN) tim Prabowo-Sandi telah memiliki data valid yang diperoleh dari 320 ribu TPS yang tersebar di 34 Provinsi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Rizieq juga menuding hasil quick count lembaga survei yang tampil di media televisi sejak pukul 15.00 WIB di stasiun televisi adalah data-data bohong.

“Saat dilakukan deklarasi kemenangan Prabowo-Sandi, hampir semua televisi mem-blow up quick count (hitung cepat) yang berisi kebohongan publik dari berbagai lembaga survei, sehingga harus segera dihentikan dengan real count,” tuturnya.

https://www.youtube.com/watch?v=B4-0xZ3_rU4

Lembaga Survei Anggota Persepi Siap Buka Data dan Diaudit

Perlu diketahui bahwa beberapa lembaga survei yang tergabung dalam Perhimpunan Survei dan Opini Publik Indonesia (Persepi) telah menggelar jumpa pers terkait dengan tudingan dari pihak Prabowo-Sandi bahwa data mereka adalah bohong dan hanya untuk kepentingan menggiring opini publik semata.

Peneliti dari Indo Barometer, Asep Saepudin pun menegaskan bahwa pihaknya bersama para lembaga survei anggota Persepi siap melakukan akuntabilitas dan diaudit.

“Indo Barometer pada dasarnya siap transparan, buka-bukaan data siap diaudit. Kita juga quick count ini sudah kegiatan yang panjang yang dipersiapkan pada saat hari H itu adalah tinggal lokusnya saja,” kata Asep di Menteng, Sabtu (20/4).

Temukan kami di Google News.