Jangan Tunggu Pemilu, Hanura Minta Kader Rajin Turun Ke Bawah

Ketua Tim Task Force DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Patrice Rio Capella mengatakan, terdapat sejumlah persoalan yang ditemukan selama proses konsolidasi timnya di 12 provinsi.  Kata Rio, kebiasaan kader yang baru bergerak saat Pemilu semakin dekat.

“Saya melihat problem yang paling utama adalah kemalasan. Karena ada kebiasaan menunggu mendekati Pemilu,” kata Rio saat memimpin Konsolidasi Partai Hanura se-Provinsi Jambi di Hotel BW Luxury, Jambi (4/9/2026).

Bacaan Lainnya

Diketahui, Tim Task Force DPP Partai Hanura telah melakukan konsolidasi internal ke 12 provinsi. Terakhir, konsolidasi dilakukan di Provinsi Jambi, Jumat (4/9/2026).

Pelaksanaan konsolidasi di Jambi berlangsung di Hotel BW Luxury. Diikuti ketua, sekretaris dan bendahara DPC Hanura se-Provinsi Jambi. Kegiatan juga dihadiri kader dan simpatisan Hanura yang tersebar di wilayah Jambi.

Kata Rio, Task Force berupaya mengubah pola pikir kader. Konsolidasi, tegas Rio, tidak boleh hanya dilakukan ketika partai menghadapi verifikasi atau menjelang Pemilu.

“Ada atau tidak ada verifikasi, konsolidasi partai di tingkat kecamatan dan desa harus terus dibangun,” imbau Rio.

Rio bersyukur pola pikir kerja loyo mulai berganti usai Task Force gencar turun ke akar rumput. Dia meyakini perubahan cara kerja menjadi modal penting bagi Hanura dalam menghadapi Pemilu 2029.

Setelah menyambangi 12 provinsi, Task Force DPP Hanura masih memiliki pekerjaan rumah untuk mendatangi 26 provinsi lainnya. Kata dia, safari internal partai akan dikebut dan ditargetkan rampung paling lambat akhir Oktober 2026.

Wakil Ketua Umum Hanura itu menyatakan, konsolidasi di seluruh daerah akan dilakukan dengan standar yang sama. Mulai dari struktur kepengurusan hingga pembentukan Pengurus Anak Cabang (PAC).

Setelah seluruh proses konsolidasi selesai, Hanura akan mengumumkan rebranding secara nasional. Termasuk meluncurkan logo baru partai berlambang Kepala Singa.

“Kami akan mengumumkan kepada publik bahwa Hanura sudah hadir 100 persen dari provinsi sampai ke tingkat desa,” katanya.

Rio sadar, proses pembenahan struktur partai tidak bisa dilakukan secara instan. Setelah Task Force datang ke suatu daerah, pengurus setempat masih membutuhkan waktu untuk menyelesaikan konsolidasi.

Eks politisi Partai NasDem itu yakin pembenahan struktur dan pola kerja partai secara bertahap akan meningkatkan awareness masyarakat terhadap Hanura. “Otomatis elektabilitas juga naik,” yakinnya.

Sebelum ke Jambi, Tim Task Force DPP Hanura yang dinahkodai Rio telah melakukan konsolidasi internal ke 11 provinsi. Yakni Banten, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, NTB, dan Bali. RLS

 

Temukan kami di Google News.