Malu! Mahfud MD Minta PBNU Hentikan Perselisihan dan Selamatkan NU

(ilustrasi) Logo Nahdlatul Ulama (NU). Foto: Wahyu Suryana
(ilustrasi) Logo Nahdlatul Ulama (NU). Foto: Wahyu Suryana

Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, mengomentari keributan yang terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Mahfud mengaku mengikuti secara seksama karena memang memiliki keterikatan batin dengan NU, meski kini sekadar NU kultural.

“Saya pernah struktural dulu, tapi sekarang saya kultural, orang luar gitu. Menurut saya, saya tidak perlu mencampuri masalahnya karena alasan-alasan itu sudah ditulis cukup jelas,” kata Mahfud kepada terusterang.id dan ditayangkan dalam podcast Terus Terang Mahfud MD di YouTube Mahfud MD Official, Senin (24/11/2025).

Misalnya, Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, diminta turun karena mendukung dan mengundang tokoh-tokoh Israel untuk berceramah di NU. Kemudian, ada permasalahan-permasalahan keuangan dan sebagainya yang mewarnai perselisihan yang menimpa PBNU.

“Saya tidak ikut mencampuri itu, tapi persoalannya sekarang ini tidak bagus sebagai NU,” ujar Mahfud.

Sebab, terakhir Gus Yahya menolak permintaan Rapat Harian Syuriyah PBNU yang memintanya turun. Yahya berdalih, dia dipilih oleh Muktamar, sedangkan secara administratif keputusan Syuriyah itu baru ditandatangani Kyai Miftachul Akhyar.

Ia berpendapat, jika Gus Yahya memang menerima permintaan itu sebenarnya masalah perselisihan yang terjadi hari ini tidak perlu terjadi. Tapi, Gus Yahya menolak, memberi perlawanan yang tentu saja menimbulkan permasalahan-permasalahan hukum.

“Meskipun di dalam tradisi NU di awal, tradisi awal NU, Rais Aam itu seperti Rais Akbar zaman-zaman Kiai Hasyim Asy’ari, punya hak veto, apapun dikatakan dia semua ikut. Tapi, sekarang Rais Aam dibatasi AD/ART dalam membuat apa-apa” kata Mahfud.

Maka itu, Mahfud kembali menegaskan, dirinya tidak akan memihak kepada pihak-pihak manapun. Mahfud mengaku hanya ingin perselisihan yang terjadi bisa sesegera mungkin diselesaikan, sehingga Nahdlatul Ulama (NU) bisa diselamatkan dari perpecahan.

“Saya tidak akan mendukung siapapun dari kedua pihak, saya hanya ingin NU selamat. Malu kita,” ujar Mahfud.

Sebelumnya, ramai Rapat Harian Syuriyah PBNU yang ditandatangani Rais Aam PBNU, Kyai Miftachul Akhyar, mengeluarkan risalah memberhentikan Gus Yahya. Gus Yahya diberi waktu 3 hari terhitung sejak diterimanya keputusan Rapat Harian Syuriyah. (WS05)

Temukan kami di Google News.