Bahaya! Dokter Minta Masyarakat tidak Tiru Cara ‘Kpop Demon Hunters’ Seruput Mi

(tangkapan layar) Adegan grup wanita Huntr/x di Kpop Demon Hunters menyeruput mi. Foto: Wahyu Suryana
(tangkapan layar) Adegan grup wanita Huntr/x di Kpop Demon Hunters menyeruput mi. Foto: Wahyu Suryana

Dokter dari Rumah Sakit Anak Shriners di Boston, AS, Colleen Ryan mengingatkan, cara grup wanita Huntr/x di Kpop Demon Hunters menyeruput mi tidak baik dilakukan. Berbahaya karena mereka makan mi instan asal Korsel yang masih panas dan mendidih.

Di media sosial, ternyata banyak orang menirunya dan mengambil video sebagai konten tantangan. Rumah Sakit Anak Shriners mengeluarkan pernyataan di situs web resminya yang menyatakan mi instan cup menyumbang sepertiga dari kasus luka bakar pada anak.

Mereka mengingatkan semakin populernya tren seperti #KPopNoodleChallenge dan #DemonHuntersRamen di TikTok. Di mana, pengguna muda mencoba meniru adegan dari film, yaitu dengan cepat menyeruput mi instan cup seperti karakter utamanya.

“Kami tidak mengatakan anak-anak tidak boleh berpartisipasi dalam tren yang menyenangkan, tapi mereka harus melakukannya dengan aman dan dengan pengawasan orang dewasa,” kata Ryan, Jumat (03/10/2025).

Hal itu berisiko tinggi menyebabkan luka bakar, terutama saat mengeluarkan wadah dari microwave atau membuka tutupnya. RS menekankan, anak-anak sangat rentan luka bakar karena kulit mereka lebih tipis dan lebih sensitif terhadap panas.

“Satu tumpahan saja dapat menyebabkan luka bakar yang dalam dan menyakitkan, yang mengakibatkan bekas luka seumur hidup,” ujar Ryan.

Ahli bedah plastik yang berbasis di Vancouver, Kanada, Zach Zhang menambahkan, mi gelas biasanya memiliki dasar yang sempit dan airnya terisi penuh. Sehingga, mudah terguling dan bahkan lebih berbahaya jika airnya jatuh mengenai wajah anak-anak.

“Mi gelas telah lama diidentifikasi sebagai penyebab utama luka bakar pada anak-anak, terlepas dari popularitas film tersebut,” kata Zhang.

Zhang menambahkan sebuah studi pada 2023 yang dilakukan oleh rumah sakit anak-anak Universitas Chicago. Ternyata, sebanyak 31 persen pasien luka bakar anak yang dirawat di rumah sakit dikarenakan cedera telah tersiram air panas oleh mi gelas. (Antara/WS05)

Temukan kami di Google News.