BKSDA Minta Warga Waspada Kemunculan Buaya Saat Banjir

(ilustrasi) Buaya jenis muara yang ada di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta. Foto: Instagram @ragunanzoo
(ilustrasi) Buaya jenis muara yang ada di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta. Foto: Instagram @ragunanzoo

Balai Konservasi Sumber Daya Manusia (BKSDA) Resort Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah mengimbau warga mewaspadai dampak banjir yang biasanya membuat banyak hewan liar. Salah satunya buaya yangturut mencari tempat aman.

“Kondisi ini cukup berbahaya, apalagi kalau banjirnya sampai malam. Buaya bisa keliaran di malam hari. Hati-hati warga, terutama yang punya kandang ternak di samping atau belakang rumahnya,” kata Kepala BKSDA Sampit, Muriansyah, Kamis (18/09/2025).

Hal ini jadi perhatian setelah banjir yang merendam sebagian wilayah Kotawaringin Timur (Kotim) sejak sepekan terakhir. Terlebih, saat ini banjir juga sudah mulai merambah wilayah selatan Kotim yang beberapa tempat dikenal rawan kemunculan buaya.

Muriansyah menuturkan, muara Sungai Lampuyang merupakan habitat buaya muara. Saat banjir, satwa bisa masuk persawahan dan permukiman warga. Bukan hanya muara Sungai Lampuyang, tapi seluruh anak sungai di Mentaya Hilir Selatan rawan muncul buaya.

“Menurut keterangan staf desa, buaya semakin sering terlihat dan jumlahnya semakin banyak,” ujar Muriansyah.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan memelihara ternak seperti unggas di dekat rumah. Sebab, kondisi itu sangat bisa mengundang buaya untuk datang mendekat.

Muriansyah khawatir, da,am kondisi ini terjadi serangan atau konflik antara buaya dan manusia, sehingga sangat perlu untuk meningkatkan kewaspadaan. Khususnya, ketika akan keluar rumah pada malam hari dan lingkungannya sedang banjir

“Sebaiknya perhatian betul-betul kondisi sekitar,” kata Muriansyah. (Antara/WS05)

Temukan kami di Google News.