Mendikdasmen Pastikan Hadiah OSN Dipertahankan, Bahkan Ditingkatkan

Tangkapan layar Mendikdasmen Abdul Mu'ti pada Peluncuran Uji Terap PJJ Jenjang Pendidikan Menengah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan besaran uang pembinaan bagi para peraih medali Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 2026 tetap diberikan sesuai ketentuan.

Bahkan, Kemendikdasmen membuka peluang meningkatkan nilai penghargaan pada penyelenggaraan OSN 2027.

Bacaan Lainnya

“Mudah-mudahan di tahun depan sistemnya kita perbaiki dan hadiahnya kita tingkatkan lagi,” kata Abdul Mu’ti saat menutup sekaligus menganugerahkan penghargaan kepada para peraih medali OSN Jenjang Pendidikan Menengah 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Mu’ti memastikan, Pemerintah tetap memberikan penghargaan kepada para siswa yang berhasil meraih prestasi. Pemerintah juga tengah menyiapkan skema pembiayaan agar penghargaan bagi talenta-talenta sains tersebut dapat ditingkatkan pada tahun berikutnya.

Untuk jenjang SD, MI, dan sederajat, peraih medali emas mendapatkan uang pembinaan Rp15 juta. Peraih medali perak memperoleh Rp10 juta, sedangkan peraih medali perunggu mendapatkan Rp5 juta.

Besaran yang sama berlaku bagi peraih medali OSN jenjang SMP, MTs, dan sederajat. Peraih emas memperoleh Rp15 juta, perak Rp10 juta, dan perunggu Rp5 juta.

Penghargaan untuk jenjang SMA, MA, SMK, MAK, dan sederajat diberikan dengan nominal lebih besar. Peraih medali emas mendapatkan Rp25 juta, perak Rp20 juta, dan perunggu Rp15 juta. Besaran tersebut berlaku untuk sembilan bidang yang dipertandingkan pada OSN jenjang pendidikan menengah.

“Medali emas Rp25 juta, medali perak Rp20 juta, medali perunggu Rp15 juta,” ujar Mu’ti.

OSN 2026 jenjang pendidikan menengah diikuti 566 talenta sains dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka berkompetisi dalam sembilan bidang, yakni astronomi, biologi, ekonomi, fisika, geografi, informatika, kebumian, kimia, dan matematika.

Dari 566 finalis tersebut, sebanyak 45 peserta berhasil meraih medali emas. Kemudian, 90 peserta meraih medali perak dan 135 peserta memperoleh medali perunggu.

Ketatnya persaingan di tingkat nasional tercermin dari proses seleksi yang harus dilalui para peserta. Mereka tidak hanya berasal dari sekolah-sekolah unggulan di kota-kota besar, tetapi juga merupakan talenta yang telah melewati rangkaian seleksi hingga berhasil mencapai tingkat nasional.

Mu’ti menambahkan, tingginya partisipasi tersebut menunjukkan bahwa OSN tidak sekadar menjadi ajang kompetisi akademik.

Menurutnya, OSN merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk menemukan sekaligus membina anak-anak yang memiliki kemampuan di bidang sains sejak usia sekolah.

“Pemerintah juga menekankan bahwa penghargaan OSN tidak berhenti pada medali dan uang pembinaan. Para peraih medali memiliki peluang untuk mengikuti pembinaan talenta dan seleksi menuju kompetisi sains internasional,” tambahnya.

Kemendikdasmen menyatakan, peserta berprestasi juga berkesempatan mengikuti pembinaan di Pelatnas, program pengembangan talenta, beasiswa, hingga peluang masuk perguruan tinggi melalui jalur prestasi. RLS/MB03