Tokoh nasional asal Kalimantan Barat (Kalbar) Oesman Sapta (OSO) menghadiri pembukaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalbar tahun 2026.
Saat pembukaan yang digelar di Lapangan Eks Sail Selat Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Minggu (2/8/2026) malam, OSO memberi semangat kepada para peserta MTQ dan berpesan agar menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan MTQ sebagai motivasi terus mencintai dan mengamalkan isi Al-Qur’an.
“Selamat berjuang kepada para kafilah MTQ,” ungkap Ketua Umum Partai Hanura ini memberi semangat para kafilah MTQ.
OSO berharap, kegiatan ini menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat persatuan antardaerah di Kalimantan Barat.
Sementara itu, Gubernur Kalbar Ria Norsan dalam sambutannya secara khusus berterima kasih kepada OSO yang bersedia menyempatkan hadir dalam pembukaan ini.
“Terima kasih atas kahadiran tokoh nasional kita, Bapak Oesman Sapta, yang terus membersamai, senantisa memberi perhatian dan dukungan untuk kemajuan Kalbar. Kehadiran beliau menambah semangat kita untuk terus membangun daerah yang maju religius dan harmonis,” tutur Norsan.
Norsan menyatakan, MTQ memiiliki makna strategis mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat persatuan umat Islam di Kalbar.
“Tujuannya bukan mencari siapa yang kalah atau menang, tetapi meningkatkan persatuan dan kesatuan umat Islam melalui ukhuwah Islamiyah,” kata Ria Norsan.
Selain sebagai simbol syiar Islam, Norsan berharap kegiatan ini menjadi ruang memperkuat silaturahmi antardaerah sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya yang menjadi kekayaan Kalimantan Barat.
“Kepada para peserta, tampilkan kemampuan terbaik, dengan penuh keikhlasan dan sportivitas. Sebah, kemenangan sejati, tercermin dalam ahklak dan perilaku Qurani, bukan hanya menjadi juara,” pesannya.
Sementara itu, Bupati Kayong Utara Romi Wijaya berharap, MTQ ini semakin membuat masyarakat mencintai, membaca, memahami, mengamalkan, dan menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup.
Dengan tema Merajut Ukhuwah, Menebar Dakwah, Membumikan Al Quran di Bumi Bertuah, Menuju Kalbar semakin berkah, Romi berharap MTQ bukan hanya ajang meraih prestasi, tapi jadi media syiar Islam dalam membumikan nilai-nilai Al-Quran di tengah kehidupan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap akan lahir generasi Qurani yang tidak hanya mampu membaca dengan baik dan benar, tapi juga mampu memahami, menghayati, serta mengamalkan nilai kehidupan yang terkandung di dalamnya,” ungkapnya.
Kepada seluruh peserta, Romi juga berpesan agar menjunjung tinggi sportivitas serta menjadikan MTQ sebagai motivasi untuk terus mencintai dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an.
Sebelumnya, MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalbar resmi diawali dengan Pawai Ta’aruf yang berlangsung meriah di Kawasan Tugu Durian Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Minggu (2/8/2026) pagi.
Pawai yang menjadi agenda pembuka MTQ tersebut dilepas langsung oleh Gubernur Kalbar Ria Norsan. Sebanyak 34 peserta ambil bagian dalam iring-iringan mobil hias yang enampilkan nuansa Islami serta kekayaan budaya dari berbagai daerah di Kalbar. Ribuan warga memadati sepanjang rute pawai, menyaksikan kendaraan hias yang dihiasi ornamen khas daerah.
Pada MTQ XXXIV tahun ini, Pawai Ta’aruf diikuti oleh 34 peserta, 12 peserta merupakan kafilah dari perwakilan kabupaten dan kota di Kalbar. Adapun 22 peserta lainnya berasal dari organisasi perangkat daerah, serta organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Kayong Utara.
Gubernur Kalbar Ria Norsan berserta sejumlah kepala daerah dan pejabat di Provinsi Kalbar secara simbolis membuka dengan menabuh beduk. Grup nasyid Debu, juga turut memeriahkan acara yang dihadiri ribuan masyarakat ini.
Parade defile kontingen kafilah MTQ se-Kalbar juga digelar diiringi drum band Gempita Kayong Utara. Adapun peserta dari masing-masing Kabupaten Kota, mulai dari Kabupaten Bengkayang, terdaftar sebanyak 26 orang; Kabupaten Kapuas Hulu sebanyak 40 orang; Kabupaten Kayong Utara sebagai tuan rumah 55 orang; Kabupaten Ketapang 54 orang; Kabupaten Kubu Raya 54 orang; Kabupaten Landak 39 orang; Kabupaten Melawi 35 orang; Kabupaten Mempawa 54 orang; Kabupaten Sambas 50 orang; Kabupaten Sanggau 45 orang; Kabupaten Sekadau 38 orang; Kabupaten Sintang 37 orang; Kota Pontianak 55 orang; Kota Singkawang 51 orang; jumlah total 633 orang.
