Pemkab Aceh Barat memastikan sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) di kawasan pedalaman pada Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, hingga saat ini masih terisolir pasca terjangan banjir bandang. Kondisinya memprihatinkan.
“Kondisi masyarakat Komunitas Adat Terpencil Sikundo saat ini sangat memprihatinkan, mereka tidak bisa ke luar dari desa karena akses jalan rusak parah dan telah berubah menjadi aliran sungai,” kata Bupati Aceh Barat, Tarmizi, Senin (01/12/2025).
Hal ini diketahui saat dia bersama Wakil Ketua DPRK Aceh Barat, Azwir, mendatangi kawasan tersebut pada Minggu (30/11/2025). Fakta yang dia temukan di lokasi bencana, masyarakat di kawasan tersebut hampir sepekan telah terisolir.
Bahkan, lanjut Tarmizi, mereka terkurung setelah akses badan jalan sepanjang lima kilometer hancur akibat terjangan banjir bandang. Ia menyampaikan, badan jalan yang ada sudah menjadi sungai dan jembatan penghubung disebut sudah pula terputus.
“Masyarakat di sana benar-benar terisolir dari dunia luar,” ujar Tarmizi.
Menurut Tarmizi, bila ingin ke luar dari desa, hanya kepala desa dan dua orang saja yang berani ke luar menyusuri aliran sungai menggunakan ban bekas sejauh lima kilometer. Selain berbahaya, semua akses ke Sikundo benar-benar putus total.
Selain itu, ia menuturkan, sebanyak seratusan jiwa masyarakat di kawasan pedalaman dan terpencil tersebut saat ini masih dalam kondisi kekurangan pasokan bahan makanan dan obat-obatan. Sebab, tidak lagi memiliki stok makanan yang memadai.
“Stok bantuan yang kami antar pada Minggu kemarin hanya cukup beberapa hari saja, kami khawatir masyarakat kelaparan di sana,” kata Tarmizi.
Tarmizi mengatakan, satu jembatan gantung yang dulu dibangun setelah viralnya anak-anak sekolah menyeberangi sungai lewat kabel baja pada masa Penjabat (Pj) Gubernur Nova Iriansyah pada 2019 lalu sudah tidak ada. Jembata telah hanyut terbawa banjir.
“Saat ini untuk menyeberangi sungai tidak tersedia perahu atau sampan. Warga terpaksa menggunakan ban mobil sebagai alat bantu,” ujar Tarmizi.
Tarmizi menyebut, akses menuju ke Sikundo harus menerobos hutan memakai mobil 4×4, dikemudikan sopir off-road andal. Jarak dari Kota Meulaboh ke Gampong Pante sekitar 60 kilo, lalu 30 kilo menuju Sikundo, melewati hutan lebat dan bekas jalan RGM.
“Di tengah perjalanan, mobil beberapa kali tersangkut, bahkan sempat terpikir putar balik karena kondisi jalan yang nyaris tidak bisa dilalui. Alhamdulillah, secara kebetulan ada alat berat di kebun milik Wakil Ketua DPRK Aceh Barat, Azwir, yang membantu rombongan melanjutkan perjalanan,” kata Tarmizi. (Antara/WS05)
