Okky Madasari: Reformasi Sudah Mati, Bukan Supremasi Sipil Malah Militerisme

Sastrawan dan sosiolog, Okky Madasari, dalam Terus Terang Goes to Campus di Universitas Islam Indonesia (UII) dan ditayangkan dalam YouTube Mahfud MD Official, Kamis (21/05/2026). Foto: terusterang.id
Sastrawan dan sosiolog, Okky Madasari, dalam Terus Terang Goes to Campus di Universitas Islam Indonesia (UII) dan ditayangkan dalam YouTube Mahfud MD Official, Kamis (21/05/2026). Foto: terusterang.id

Sastrawan dan sosiolog, Okky Madasari berpendapat, Reformasi sudah mati. Hal itu dikarenakan salah satu agenda utama Reformasi yang merupakan penegakan supremasi sipil alih-alih tercapai, tapi yang terjadi hari ini malah terjadi militerisme.

“Saya mengatakan sudah mati karena saya percaya salah satu agenda utama Reformasi adalah penegakan supremasi sipil. Sementara, yang kita lihat sekarang penegakan militerisme,” kata Okky dalam Terus Terang Goes to Campus dan juga ditayangkan dalam Terus Terang Mahfud MD di YouTube Mahfud MD Official, Kamis (21/05/2026).

Ia menerangkan, setidaknya ada 5 area di mana militerisme sekarang sedang bekerja. Pertama, politik pemerintahan, yang salah satu contohnya kasus Seskab Teddy yang merupakan TNI aktif. Ia menilai, itu contoh militerisme masuk politik pemerintahan.

“Bagaimana kepala daerah diundang retret di Magelang pakai baju loreng-loreng, yang terbaru Ketua DPRD se-Indonesia diundang retret pakai baju loreng-loreng, itu bukan sekadar seragam main-main. Ada bahasa yang mau dibangun di situ. Ada pendisiplinan dan penyeragaman cara berpikir dalam cara mengelola negara, dalam cara memerintah,” ujar Okky.

Kemudian, ia menjelaskan, ada militerisme di area-area ekonomi yang dapat dilihat banyaknya purnawirawan militer yang menempati posisi komisaris atau eksekutif BUMN. Lalu, masuknya militer dalam sektor strategis seperti Koperasi Desa Merah Putih.

Ketiga, masuknya militerisme ke area-area lingkungan dan pangan. Mereka memasuki dunia pertanian, mengelola Makan Bergizi Gratis (MBG), dan menguasai sektor pangan. Okky melihat, ketika militer masuk lingkungan, konflik agraria tidak terelakkan.

“Ketika militerisme masuk area lingkungan, maka konflik-konflik agraria melibatkan rakyat dan pemodal akan semakin merepresi rakyat karena tentu militer akan berpihak pemodal. Keempat, sektor yang sangat penting, siapa yang lamar beasiswa LPDP siap-siap nanti semua yang dapat beasiswa LPDP akan dilatih baris-berbaris oleh tentara, akan dilatih menulis paper oleh tentara, akan dilatih untuk berpikir, bersikap oleh tentara. Dan, itu didukung langsung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi,” kata Okky.

Terlihat pula dalam visi Presiden Prabowo soal pendidikan yang mengutamakan gaya-gaya Taruna Nusantara. Maka, yang dibangun Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dengan modal-model pendidikan asrama yang menjadi bentuk militerisme di sektor pendidikan.

Terakhir, lanjut Okky, masuknya militerisme dalam area-area kebudayaan. Jadi, ia menambahkan, tidak heran ketika kita lihat sekarang sejarah ditulis ulang, lalu mantan presiden Soeharto yang seharusnya diadili malah jadi Pahlawan Nasional.

“Itu adalah bentuk militerisme di sektor kebudayaan. Belum nanti narasi dalam sejarah itu sendiri, termasuk penghapusan soal fakta pemerkosaan terhadap perempuan di seputar Mei 98. Jadi, saya percaya bahwa Reformasi sudah mati,” ujar Okky. (WS05)