Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, nama yang sempat diragukan publik belakangan mulai mendapat simpati, bahkan empati publik. Terutama, atas gagah langkahnya membongkar ketidakberesan yang memberikan harapan baru.
“Mudah-mudahan ini tanda positif, bukan sekadar statement-statement untuk mencitrakan diri sebagai orang alternatif di tengah ketidakwarasan yang sedang berkembang di berbagai tempat, termasuk di kalangan pemerintahan,” kata pakar hukum tata negara, Suparman Marzuki, kepada terusterang.id dan ditayangkan dalam program Visi Nomokrasi di YouTube Terus Terang Media, Jumat (15/11/2025).
Sebab, ia melihat, hari ini menjadi orang waras malah dilihat orang yang berbeda dari kebanyakan. Bagi Suparman, jika pada periode sebelumnya ada sosok seperti Mahfud MD, kini ada sosok seperti Purbaya di pemerintahan.
Salah satu pernyataan menghebohkan Purbaya yaitu tentang perbincangannya dengan Jaksa Agung, ST Burhanuddin. Yang mana, dari sana diketahui kalau ternyata selama ini ada perlindungan bagi petugas pajak dan bea cukai.
Pernyataan ini semakin menarik karena seperti mengonfirmasi dugaan publik selama ini. Khususnya, soal kejahatan-kejahatan di bidang keuangan oleh institusi keuangan memang terjadi dan tampaknya ada semacam proteksi.
“Karena seorang Jaksa Agung sampai perlu mengajukan pertanyaan itu kepada Pak Purbaya. Ya, menarik, jangan-jangan Menteri Keuangan Purbaya sedang membuat daftar list sejumlah orang oknum di keuangan, yang sudah diincar untuk diambil tindakan hukum dan administratif,” ujar Suparman.
Suparman menilai, jika ini benar berarti penting sekali langkah Purbaya didukung publik. Dengan harapan tentu Purbaya sungguh-sungguh dan bukan berhenti di pernyataan-pernyataan karena sudah jadi kepercayaan publik.
Selain itu, sudah menjadi rahasia umum dari waktu ke waktu berbagai modus operandi kejahatan di pajak dan bea cukai. Mulai dari pengurangan pabean, penyelundupan, dan lain-lain yang selama ini sudah menjadi rahasia umum.
“Tentu yang paling paham adalah pelakunya. Mungkin dia tertawa ketika saya menyampaikan modus-modus ini. Lalu dia bilang, oh modus lo sudah ketinggalan zaman, kami punya modus baru,” kata Suparman.
Bagi Suparman, ini merupakan tantangan bagi Menkeu Purbaya, sehingga perlu pula mengungkap modus-modus terbaru dan tercanggih. Sebab, ia menekankan, pelaku kejahatan selalu saja lebih pandai dari aparat.
“Itu rumus dalam dunia kriminalitas. Oleh karena itu, tantangan di depan mata bagi Menteri Purubaya bukan sekedar ketegasan, keberanian, tapi juga kecanggihan untuk melihat aspek-aspek modus operandi ini,” ujar Suparman. (WS05)
